Tampilkan postingan dengan label Lebaran Ketupat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebaran Ketupat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2015

Warga Arab Sumenep Ikut Budaya Lebaran Ketupat

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Arab yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, juga mengikuti budaya Telasan Topa’ (Lebaran Ketupat) yang diperingati setiap hari ke 7 pasca lebaran Idul Fitri.
“Klo telasan topa’ ikut budayanya oreng Sumenep (Kalau lebaran...
Warga Arab Sumenep Ikut Budaya Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat, Lombang dan Slopeng Sajikan Hiburan Musik Dangdut

PortalMadura.Com, Sumenep – Para pengunjung wisata pantai Lombang Kecamatan Batang-Batang dan Slopeng Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal dihibur dengan musik dangdut, Jumat (24/7/2015).
“Di Lombang dan Slopeng ada hiburan dangdut,” kata Kepala Dinas...
Lebaran Ketupat, Lombang dan Slopeng Sajikan Hiburan Musik Dangdut

Senin, 04 Agustus 2014

Gelombang Besar, Pengunjung Pantai Wisata Slopeng Tak Bisa Menikmati Perahu Rakyat

PortalMadura.Com, Sumenep – Tingginya gelombang laut di Pantai Wisata Slopeng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur membuat pihak kepolisian tak henti-hentinya menghimbau agar pengunjung tidak melepas putra-putrinya sendirian di bibir pantai. Terutama anak-anak yang masih di bawah umur.


“Tolong putra-putrinya jangan ditinggal seorang diri  di pantai, karena gelombang laut membahayakan dan dilarang naik perahu,” kata Moh Aman, anggota Binmas Polres Sumenep di Pantai Slopeng, Sumenep, sambil menggunakan pengeras suara, Senin (4/8/2014).


Bahkan, pihak panitia melarang keras untuk menyewa perahu rakyat karena kondisi laut sedang tidak bersahabat. Tulisan yang isinya larangan naik perahu juga ditempel dibeberapa sudut Pantai Slopeng. Para pengunjung hanya bisa menikmati pantai dengan cara naik kuda dan mengabadikan situasi pantai dengan menggunakan kamera.


Orkes dangdut yang sengaja digelar di areal Pantai Slopeng menjadi pilihan hiburan oleh ribuan pengunjung. Sedangkan anak-anak diarahkan untuk menyewa berbagai macam permainan yang sifatnya hiburan dan mendidik.


Diakui salah satu Panitia Pesta Kupatan Pantai Slopeng, Arif, bahwa pengunjung cukup ramai dari hari pertama lebaran. “Setiap harinya, pengunjung cukup ramai. Bahkan, hari H Idul Fitri juga banyak pengunjung yang datang,” terangnya, pada PortalMadura.Com.


Volume kunjungan wisata Pantai Slopeng tidak langsung membludak. Sehingga, pelaksanaan perayaan lebaran ketupat dapat berlangsung aman. “Dengan kondisi aman dan nyaman buat pengunjung, kami sudah senang,” ujarnya yang juga anggota Slendang Hitam Sumenep.


Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko mengungkapkan, secara umum pelaksanaan lebaran ketupat diberbagai lokasi wisata berlangsung aman dan tidak ada kendala. “Alhamdulillah, aman! yang terlihat cukup ramai hanya di Water Park Sumekar. Tadi saya juga kesana,” kata Marjoko saat meninjau pelaksanaan pesta lebaran ketupat di Pantai Slopeng, pada PortalMadura.Com.(htn)



Gelombang Besar, Pengunjung Pantai Wisata Slopeng Tak Bisa Menikmati Perahu Rakyat

Minggu, 03 Agustus 2014

Sehari Jelang Lebaran Ketupat, Harga Ayam Kampung Melambung

PortalMadura.Com, Sumenep – Menjelang perayaan Lebaran Ketupat atau hari ketujuh (7) dari Lebaran Idul Fitri, harga ayam kampung melambung di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ayam kampung berukuran sedang kini dipatok Rp. 65.000 sampai Rp. 70.000 per ekor dari harga sebelumnya, Rp. 50.000 per ekor, atau mengalami kenaikan Rp 15.000 hingga Rp. 20.000 per ekor.


Untuk ayam kampung jantan ukuran besar, harganya mencapai Rp 130.000 hingga Rp. 150.000 per ekor. Sebelumnya hanya dijual  Rp 110.000 sampai Rp.130.000 per ekor, atau naik Rp. 20.000 per ekor.


“Habis lebaran Idul Fitri, harga ayam kampung sempat turun. Namun, menjelang satu hari lebaran ketupat kembali naik,” kata Suradi (50), pedagang ayam kampung asal Desa Tambaagung Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Minggu (3/8/2014).


Kenaikan harga tersebut dipicu oleh kebutuhan masyarakat yang tinggi untuk dipergunakan pada perayaan lebaran ketupat atau pesta ketupat.


“Kalau Idul firi masyarakat lebih banyak menggunakan daging. Jadi saat perayaan ketupat menggunakan ayam kampung,” kata Ahmad (30), salah seorang pembeli di pasar ayam Kecamatan Ambunten.


Sementara, harga ayam pedaging (ayam potong) yang beratnya kurang lebih 3 kg, dijual Rp. 60.000 per ekor, sedangkan yang beratnya sekitar 2 kg, hanya dijual Rp 40.000 perekor.(dien/htn)



Sehari Jelang Lebaran Ketupat, Harga Ayam Kampung Melambung

Hari Ini, Puncak Pengunjung Wisata Pantai Slopeng

PortalMadura.Com, Sumenep – Puncak pengunjung wisata Pantai Slopeng, Sumenep, Madura, Jawa Timur terjadi, Minggu (3/8/2014). Pada lebaran ketupat atau hari ke tujuh (7) setelah lebaran Idul Fitri, diprediksi pengunjung bakal berkurang karena bersamaan dengan hari pertama masuk kerja.


“Setiap hari, jumlah kedatangan pengunjung terus meningkat,” kata Moh Juri, Pengurus Slendang Hitam yang menjadi panitia penyelenggara penyedia hiburan di Pantai Slopeng khusus lebaran Ketupat.


Pihaknya memprediksi, hari ini merupakan puncak kedatangan pengunjung, Sebab perayaan lebaran ketupat tahun ini bersamaan dengan hari pertama masuk kerja setelah libur panjang. “Hari ini puncaknya, kalau besok (Senin, red) mungkin berkurang karena hari perdana masuk kerja,” urainya.


Sementara harga tiket masuk bagi pengunjung dibandrol Rp.10.000 perorang. Sedangkan harga karcis parkir sepeda motor dipatok Rp 3.000 dan roda empat Rp 5.000 per mobil.(arif/htn)



Hari Ini, Puncak Pengunjung Wisata Pantai Slopeng

Aneka Kesenian Tradisional Bakal Sambut Lebaran Ketupat di Pantai Slopeng

PortalMadura.Com, Sumenep – Lebaran ketupat atau hari ke tujuh (7) dari lebaran Idul Fitri 1435 H bakal dimeriahkan dengan aneka ragam kesenian tradisional di Pantai Slopeng, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (4/8/2014).


Beberapa kesenian tradisional yang akan ditapilkan, adalah kesenian Sintung, Jidhur, Tari Topeng, dan Saronen. Selain itu, ada Ojung, Jeren Serek, Sapsap Ayam, serta Panjat Pinang. Panitia juga menyediakan beraneka hiburan khusus anak-anak, seperti Mandi Bola, Ayunan, Kolam Pancing, serta area panjat untuk anak-anak.


“Aneka hiburan sudah kami siapkan, biar pengunjung yang datang merasa senang, dan betul-betul dapat menghilangkan rasa penatnya, setelah sekian lama beraktifitas,” kata Sugik (40), Ketua Panitia Pesta Ketupat Pantai Slopeng, Minggu (3/8/2014).


Semua persiapan yang dilakukan semata-mata untuk memberikan rasa nyaman dan menghibur bagi pengunjung. Karena sudah lama pantai Slopeng tidak mengadakan acara yang meriah pada perayaan ketupat. Dalam kegiatan ini, panitia yang bekerjasama dengan forum silaturrahim “Slendang Hitam”.


“Memang sengaja menampilan kesenian tradisional, karena sudah hampir punah ditengah-tengah masyarakat. Ini cara memperkenalkan pada generasi penerus,” paparnya.(dien/htn)



Aneka Kesenian Tradisional Bakal Sambut Lebaran Ketupat di Pantai Slopeng

Jelang Lebaran Ketupat, Pantai Wisata Lombang Ramai Pengunjung

PortalMadura.Com, Sumenep -Momen hari libur dan lebaran ketupat tahun ini, Wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur masih menjadi idola para pengunjung.


“Dari tadi pagi para pengunjung sangat banyak mas. Kami sangat kesulitan mencari jalan masuk dan mencari parkir kendaraan,” kata Andri, warga Pajagalan Sumenep saat berada di pantai Lombang, Minggu (03/08/2014).


Dia menilai, pantai yang berjajar pohon cemara udang disepanjang bibir pantai itu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, sebab pengunjung menikmati keindahan dan rindangnya pohon cemara.


“Ada banyak hiburan yang disediakan, ada kuda sewa, perahu dan bola pantai. Kalau mereka mau, bisa memilihnya tapi tentu bayar lagi,” ujarnya.


Para pengunjung dibebani tiket masuk Rp8 ribu per orang dan parkir kendaraan roda 4 sebesar Rp10 ribu serta kendaraan roda 2 sebesar Rp5 ribu. (arif/htn)



Jelang Lebaran Ketupat, Pantai Wisata Lombang Ramai Pengunjung

Jumat, 01 Agustus 2014

Harga Bungkus Ketupat Naik dibanding tahun lalu.

PortalMadura.com, Sumenep – Masyarakat Sumenep yang tengah mempersipakan perayaan Lebaran Ketupat, keluhkan naiknya harga bungkus ketupat (orong topak, bahasa Madura Red), Jika tahun lalu Rp. 3.000 per sepuluh biji orang topak kini harganya naik Rp. 1.000 menjadi Rp. 4.000 per 10 biji orang topak.


Naiknya harga Orong topak tersebut dikeluhkan Halimah (40) Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumene, Madura, Jawa Timur. Menurutnya kenaikan tersebut memberatkan dirinya dan warga, namun di tidak bisa berbuat apa-apa karean kebutuhan untuk membuat ketupat sangat tergantung orong topak.


“Iya ini naiknya langsung Rp. 1.000 dibanding tahun lalu kan cuma Rp. 3.000 untuk sepuluh biji” keluhnya.


Kenaikan harga orong topak tersebut dibenarkan salah satu pedagang Sahma (47), menurutnya dia tidak kuasa untuk tidak menaikannak harga orong topak, sebab harga bahan baku orong topak berupa janur mengalami kenaikan.


“Sekarang harganya naik dari tahun sebelumnya, biasanya kami menjual orong ketupat super hanya Rp 4000 per sepuluh biji, tapi karena sekarang janurnya naik yakni Rp 7500 per kongkong, ya harga orong ketupatnya juga kami naikkan,” bebernya.


Dikatakan, harga janur untuk bahan pembuatan orong ketupat naik 2500 per kongkong, kalau tahun sebelumnya harga janur hanya Rp 5000 per kongkog, sekarang menjadi Rp 7000 perkongkong.


Selain naiknya harga janur, naiknya harga orong ketupat juga di picu naiknya upah pembuatan orong ketupat.


“Tahun lalu, ongkos pembuat orong ketupat hanya Rp 40 ribu per orang (sehari penuh), tapi sekarang ongkos pembuat orong ketupat naik menjadi Rp 50 ribu perorang.” Tandasnya.


Namun walaupun terjadi kenaikan harga orong topak, namun jumlah penjualan tidak mengalami penurunan, bahkan setiap hari dia kewalahan menangani permintaan orong topak dari masyarkat. (Udien/Deny)



Harga Bungkus Ketupat Naik dibanding tahun lalu.

Jelang Lebaran Ketupat, Penjual "Orong Topak" Kewalahan Layani Pesanan

PortalMadura.com, Sumenep – Menyambut datangnya hari raya ketupat atau lebaran ketupat yang jatuh pada Senin (4/8/2014), masyarakat mulai mempersiapkan segala pernak-pernik lebaran ketupat. Seperti beraneka ragam makanan khas lebaran ketupat yang disajikan dengan ketupat.


Akibatnya, permintaan Janur dan bungkus ketupat (orong topak, bahas madura Red) meningkat pesat. Bahkan saking banyaknya permintaan, para pedagang sampai kewalahan melayani konsumen. Sperti yang diungkapkan salah satu pedagang Sahma (47) warga Dusun Opelan, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Madura, Jawa Timur.


“Biasa mas !, setiap menjelang lebaran ketupat, kami selalu di uber-uber masyarakat, bukan apa-apa tapi masyarakat ingin membeli orong topak atau janur untuk bahan ketupat pada kami,” kata saat ditemui di kios ketupatnya di pasar Kecamatan Dasuk, Jumat (1/8/2014).


Menurutnya, dia hampir kewalahan melayani pesanan orong topak, untuk keperluan lebaran. Setiap hari dia mampu memproduksi 4-5 ribu orong topak, dan langusng ludes hari itu juga.


“Sehari kami mampu membuat empat ribu sampai lima ribu orong topak, dan semuanya laku terjual” ungkapnya.


Untuk harga Oronhg Topak, Sahma mengatakan dalam 10 biji orong topak dia bandrol Rp 5000 untuk yang kualitas super alis janurnya masih muda dan berwarna kuning. Sedangkan orong topak yang warnanya campuran (kuning hijau), di bandrol Rp 4000 per sepuluh biji, dan untuk orong topak yang warnanya hijau plus, di bandrol Rp 3000. (Udien/Deny)



Jelang Lebaran Ketupat, Penjual "Orong Topak" Kewalahan Layani Pesanan