Tampilkan postingan dengan label Yang ke 745. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yang ke 745. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Prosesi Arya Wiraraja dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-745, di depan Masjid Jamik Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur berlangsung meriah, Minggu (2/11/2014).


Selain di hadiri para wisatawan mancanegara, juga bersamaan dengan pelaksanaan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) Jawa Timur yang ke 8 dan berlangsung sejak, 31 Oktober sampai 2 Nopember 2014. Peserta FKPU dari 13 kabupaten/kota juga ikut memeriahkan acara tersebut.


Digelarnya prosesi Arya Wiraraja (Adipati pertama Keraton Sumenep) sebagai upaya mengenang berdirinya Kabupaten Sumenep.


Sehingga prosesi dimulai sejak dikukuhkannya Arya Wiraraja oleh Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya hingga berkuasa. Lalu, Arya Wiraraja menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada bupati yang ditandai dengan penyerahan Pataka (Bendera Keraton) kepada Bupati Sumenep, A Busyro Karim.(htn)


Berikut Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam peringatan Hari Jadi Sumenep ke 745.


e5 copy 300x190 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e4 copy1 300x170 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e2 copy 300x176 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e.. 300x193 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e7 copy 300x200 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e13 copy 300x175 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e8 copy 300x176 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e3 copy 300x189 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e10 copy 300x173 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e12 copy 300x188 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e14 copy 300x182 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e.. copy 300x176 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumeneppataka copy 300x185 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep


Kanan, Bupati Sumenep, A Busyro Karim Menerima Pataka dari Arya Wiraraja



Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep

Jumat, 31 Oktober 2014

Atraksi Motor Mewarnai Peringatan Hari Jadi Sumenep ke 745

PortalMadura.Com, Sumenep – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ke 745 diwarnai atraksi motor yang dilakukan Satun Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari Kabupaten Ngawi dan Sumenep.


“Atraksi motor ini persembahan dari Satpol PP dalam peringatan Hari Jadi Sumenep,” terang Abdul Madjid, Kepala Satpol PP Sumenep, Jumat (31/10/2014).


Atraksi motor tersebut terbang rendah dan memutar-mutar di atas halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun, sayang tidak bisa ‘landing’ dengan baik di halaman Pemkab karena angin kencang.


“Rencana awal akan turun di hadapan Forpimda. Namun, angin kencang sehingga lepas dari sekenario awal,” terangnya.


Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke- 745 tahun 2014 ini mengambil tema Pesona Pulau Giliyang. Peringatan hari jadi dilaksanakan setiap tanggal 31 Oktober.(htn)



Atraksi Motor Mewarnai Peringatan Hari Jadi Sumenep ke 745

Kamis, 30 Oktober 2014

Bupati : Kebersamaan Merupakan Aset Terbesar Yang Harus Dijaga

PortalMadura.Com, Sumenep – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim menilai rasa kebersamaan merupakan aset terbesar yang dimiliki Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, dengan rasa kebersamaan, pembangunan Sumenep dapat terus ditingkatkan.


“Aset terbesar Kabupaten Sumenep bukan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, tapi kekompakan dan kebersamaan, sehingga Sumenep ini menjadi kondusif untuk membangun Sumenep kedepan,” kata Busyro, Jum’at (31/10/2014).


Menurut Busyro, setiap investor yang mau masuk ke Sumenep akan bertanya tingkat kondusifitas lingkungan. Jika tidak kondusif, dipastikan investor enggan masuk, karena investor akan memikirkan keamanan saham yang ditanam di Sumenep.


“Kalau investor tidak masuk ke Sumenep, peningkatan pembangunan akan berjalan lambat,” tegasnya.


Bupati berharap, dalam momen hari jadi Kabupaten Sumenep ke 745 tahun 2014, masyarakat hendaknya terus menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk mendukung peningkatan pembangunan Sumenep.


“Mari kita bersama-sama membangun Sumenep dengan menjaga kondusifitas,” harapnya. (arif/htn)



Bupati : Kebersamaan Merupakan Aset Terbesar Yang Harus Dijaga

Bahasa Madura, Digunakan Pada Upacara Hari Jadi Sumenep ke 745

PortalMadura.Com, Sumenep – Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang ke 745 menggunakan Bahasa Madura, Jumat (31/10/2014)


Dalam rentetan kegiatan upacara tidak terlepas dari penggunaan Bahasa Madura, baik komandan upacara maupun inspektur upacara. Salah satu bahasa Madura yang digunakan “Samapta” sama dengan siap, “Songaso” sama dengan istirahat.


Hanya pembacaan Pancasila dan teks Pembukaan Undang-Undang 1945 yang tetap menggunakan Bahasa Indonesia.


Dalam upacara hari jadi Sumenep ke 745, Bupati Sumenep A Busyro Karim sebagai inspektur upacara dan Camat Ganding, Ach Laili Maulidi sebagai Komandan Upacara.


Upacara peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep digelar setiap tanggal 31 OKtober. Tahun ini digelar di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jalan dr Cipto dan diikuti oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan pemkab Sumenep, perwakilan siswa serta mahasiswa.(arif/htn)



Bahasa Madura, Digunakan Pada Upacara Hari Jadi Sumenep ke 745

Salam Redaksi : 745 Tahun Sudah Umur Sumenep?

PortalMadura.Com – Setiap tanggal 31 Oktober, diperingati sebagai “Hari Jadi Kabupaten Sumenep”. Tentu tak cukup hanya menggelar atau pun menampilkan seabrek kegiatan yang sifatnya hiburan.


Memang menampilkan seni-budaya yang dimiliki masyarakat Sumenep dan mengenang jasa-jasa pahlawan itu penting. Tetapi, tidak harus menguras uang rakyat yang nilainya, konon mencapai ratusan juta.


Peringatan Hari Jadi yang ke 745 ini harus ada target capaian atau bukti nyata yang bisa dipertanggungjawabkan pada rakyat. Sebab, mereka tidak semuanya bicara “Hari Jadi” dan mereka sudah bisa menilai.


Satu juta lebih rakyat Sumenep, hanya segelintir orang yang terlibat dalam “Hari Jadi”. Di perkampungan, di pelosok desa. Bahkan, di pulau-pulau kecil diluar sana tidak mengerti apa hari jadi. Karena mereka masih sibuk mencari sesuap nasi yang tidak ditopang dengan infrastruktur yang memadai.


Rakyat miskin di Sumenep masih tercatat tinggi. Bila berdasarkan pada pagu raskin 2014, ada 116. 378 RTSPM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat). Tapi, angka ini belum bisa kategorikan mewakili jumlah warga miskin yang sebenarnya.


Pergantian kepemimpinan dari Raja Arya Wiraraja, sebagai raja pertama di Keraton Sumenep hingga berderet sejumlah nama pemimpin handal dan kini KH. A Busyro Karim sebagai bupati, tentu sudah banyak capaian pembangunan dari segala sektor.


Namun, rakyat sering berkata lain, “Sumenep belum ada kemajuan”. Pemahaman belum ada kemajuan yang dipahami rakyat, bukan berarti tidak ada program atau pun target yang dicapai oleh pemerintahan dari raja pertama hingga kepemimpinan sekarang. Namun, mereka butuh kecepatan dalam mengemas program, sehingga benar-benar dirasakan dan Sumenep ada perubahan besar.


Momentum Hari Jadi, harus dijadikan cambuk dan tolak ukur keberhasilan maupun kegagalan program pemerintah. Sehingga umur Kabupaten Sumenep yang sudah mencapai 745 tahun tidak hanya menambah betapa tuanya umur Sumenep, namun tidak sebanding lurus dengan capaian program untuk mensejehterakan rakyat.


Pemimpin disebuah pemerintahan, memang bukan bertugas untuk “memuaskan” semua lapisan masyarakat. Tapi, pemimpin harus menjadi seorang master of possibilities. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin agar diterima oleh rakyat atau kelompok yang dipimpinnya.


“Selamat Hari Jadi Sumenep”!(redaksi)



Salam Redaksi : 745 Tahun Sudah Umur Sumenep?