Tampilkan postingan dengan label Hari Jadi Sumenep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Jadi Sumenep. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

Campor, Kuliner Khas Sumenep Yang Bikin Ketagihan

PortalMadura.Com, Sumenep – Kurang lengkap bagi pecinta kuliner bila tidak pernah merasakan nikmatnya “Campor” khas Sumenep, Jawa Timur.


Kuliner yang satu ini sangat merakyat di ujung timur pulau Garam Madura. Tidak hanya kalangan warga biasa yang tumplek disejumlah warung “Campor” yang ada di Sumenep.


Para pejabat pun suka. Bahkan, Ibu Bupati Sumenep, Nurfitriana sangat suka kuliner yang satu ini. “Memang nikmat luar biasa. Rasanya unik,” kata Fitri sapaan akrab Nurfitriana, Senin (3/11/2014).


Masakan Campor memang mempunyai keunikan tersendiri. Lidah orang luar Madura yang pada umumnya sulit beradaptasi dengan masakan yang bukan dari daerahnya, justru Campor cocok untuk semua penikmat kuliner.


“Pertama kali merasakan Campor, ya di Sumenep ini. Dan saya suka, rasanya cocok dan bikin ketagihan,” ujar Fitri, istri orang nomor satu di Sumenep asal Lombok, Mataram, NTB.


Warga Sumenep menyebutnya “Campor”, karena disajikan dengan cara dicampur yakni, ada ketela pohon, lontong, daun bawang serta tulang muda sapi. Daun bawang dipotong kecil-kecil, kemudian ditaburi diatas makanan dan disirami dengan santan cair.(htn)


campor.. 300x220 Campor, Kuliner Khas Sumenep Yang Bikin Ketagihan dok. detikcom


Redaksi PortalMadura.Com


Kabher Redaksi : Ingin tahu lebih mendalam kuliner yang satu ini? ikuti terus liputan khusus Kuliner Sumenep masakan Campor di PortalMadura.Com bersama Ibu Bupati Sumenep Nurfitriana.



Campor, Kuliner Khas Sumenep Yang Bikin Ketagihan

Minggu, 02 November 2014

Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Prosesi Arya Wiraraja dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumenep ke 745 yang digelar di depan Masjid Jamik Keraton, Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditutup dengan pawai budaya Hari Jadi dan Pawai Budaya Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) tahun 2014.


Pawai Budaya tersebut diikuti oleh seluruh SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan menampilkan berbagaimacam tari dan kesenian, semisal Parade Saronen, Musik Tongtong dan Marching Band.


Selain itu, juga Pawai Budaya oleh Peserta Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) tahun 2014 dari berbagai kabupaten/kota di Jatim. Mereka menampilkan seni-budaya khas daerah masing-masing.


Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Febriyanto mengaku senang dan bangga Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) ditempatkan di Sumenep, karena bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Sumenep.


“Selaku tuan rumah tentu menyampaikan banyak terima kasih, karena peserta FKPU juga ikut memeriahkan pawai Hari Jadi Sumenep,” katanya.


Peringatan Hari Jadi Sumenep tahun ini mengambil tema “Pesona Pulau Giliyang”. Hari Jadi Sumenep diperingati setiap tanggal 31 Oktober.(htn)


Berikut foto Pawai Budaya Hari Jadi Sumenep dan Pawai Budaya FKPU dari bergai kota di Jatim.


Kota Probolinggo 300x186 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Kota Probolinggo


Gersik1 300x179 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Gersik


Kabupaten Sidoarjo 300x190 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Kabupaten Sidoarjo


Kota Pasuruan 300x184 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Kota Pasuruan


Kabupaten Probolinggo 300x196 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Kabupaten Probolinggo


Pamekasan1 300x187 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Pamekasan


Kabupaten Pasuruan 300x185 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Kabupaten Pasuruan


Kabupaten Situbondo 300x186 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Kabupaten Situbondo


Kabupaten Bangkalan 300x202 Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep Kabupaten Bangkalan



Pawai Budaya Tutup Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep

Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Prosesi Arya Wiraraja dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-745, di depan Masjid Jamik Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur berlangsung meriah, Minggu (2/11/2014).


Selain di hadiri para wisatawan mancanegara, juga bersamaan dengan pelaksanaan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) Jawa Timur yang ke 8 dan berlangsung sejak, 31 Oktober sampai 2 Nopember 2014. Peserta FKPU dari 13 kabupaten/kota juga ikut memeriahkan acara tersebut.


Digelarnya prosesi Arya Wiraraja (Adipati pertama Keraton Sumenep) sebagai upaya mengenang berdirinya Kabupaten Sumenep.


Sehingga prosesi dimulai sejak dikukuhkannya Arya Wiraraja oleh Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya hingga berkuasa. Lalu, Arya Wiraraja menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada bupati yang ditandai dengan penyerahan Pataka (Bendera Keraton) kepada Bupati Sumenep, A Busyro Karim.(htn)


Berikut Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam peringatan Hari Jadi Sumenep ke 745.


e5 copy 300x190 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e4 copy1 300x170 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e2 copy 300x176 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e.. 300x193 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e7 copy 300x200 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e13 copy 300x175 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e8 copy 300x176 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e3 copy 300x189 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e10 copy 300x173 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e12 copy 300x188 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e14 copy 300x182 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep e.. copy 300x176 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumeneppataka copy 300x185 Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep


Kanan, Bupati Sumenep, A Busyro Karim Menerima Pataka dari Arya Wiraraja



Inilah Foto Prosesi Arya Wiraraja dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep

Prosesi Arya Wiraraja, Mengenang Berdirinya Kabupaten Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Kepala Dinas Kebudayaan, Parawiata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Febriyanto mengatakan, prosesi penyerahan Pataka dari Adipati Pertama, Arya Wiraraja Sumenep ke Bupati Sumenep, A Busyro Karim merupakan rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke 745 tahun 2014 Kabupaten Sumenep.


Menurut dia, rangkaian peringatan “Hari Jadi Sumenep” ini dimaksudkan agar pemerintah bersama masyarakat bisa mengenang berdirinya Kabupaten Sumenep dan melestarikan budaya yang dimiliki.


“Selain untuk mengenang berdirinya Sumenep juga untuk melestarikan kebudayaan lokal seperti tarian khas keraton,” terang Febriyanto, Minggu (2/11/2014).


Ditempat yang sama, Bupati Sumenep, A Busyro Karim memaparkan, dalam momentum Hari Jadi ke 745 Sumenep ini juga dimeriahkan oleh pawai budaya yang diikuti oleh 14 kabupaten se Jawa Timur.


“Kebetulan Sumenep menjadi tuan rumah acara Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) Jawa Timur, yang diikuti oleh sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur,” terang Bupati dalam sambutannya.


Peringatan Hari Jadi Sumenep yang ke 745 merupakan hari bersejarah, karena bertepatan dengan Arya Wiraraja diangkat sebagai Adipati pertama di Sumenep. Dan menjadi cikal bakal terbentuknya Republik Indonesia (RI).


“Makanya kita harus bersyukur dan mengenang peristiwa bersejarah ini,” ujarnya.


Terbentuknya Kabupaten Sumenep, hingga sekarang ini juga tidak terlepas dari peran Arya Wiraraja dan masyarakat. “Untuk itu kita harus mengingat dan membuka sejarah serta mengambil hikmah dari sejarah itu,” tandasnya.


Pada momen Hari Jadi ke 745 ini, sengaja memilih tema “Pesona Pulau Giliyang” sebagai wisata kesehatan yang kerkelas Nasional, serta untuk mengenalkan kepada masyarakat nusantara bahwa Sumenep memiliki potensi wisata termasuk wisata kesehatan.(arif/htn)



Prosesi Arya Wiraraja, Mengenang Berdirinya Kabupaten Sumenep

Sabtu, 01 November 2014

Prosesi Arya Wiraraja Sumenep Sedot Turis Mancanegara

PortalMadura.Com, Sumenep – Prosesi penyerahan Pataka (Bendera Keraton) dari Adipati Sumenep pertama, Arya Wiraraja kepada Bupati Sumenep, A Busyro Karim menyedot perhatian ribuan masyarakat dari berbagai daerah dan turis mancanegara, Minggu (2/11/2014).


Dalam prosesi penyerahan pataka yang diawali oleh berbagai tarian khas Keraton Sumenep ini, sedikitnya 20 turis mancanegara hadir untuk menyaksinkan, antara lain, dari Spanyol, Argentina, Jerman, Amerika Serikat, Prancis dan Kolombia.


Puluhan wisatawan mancanegara tampak dalam deretan kursi undangan paling depan yang disediakan panitia. Mereka juga mengabadikan prosesi puncak hari jadi ke 745 Kabupaten Sumenep yang digelar di depan Masjid Jamik Keraton Sumenep.


Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sumenep, Febriyanto mengungkapkan, wisatawan dari mancanegara itu sengaja diundang agar tahu wisata di Sumenep. “Ini bagian dari promosi wisata yang kami lakukan,” katanya.(arif/htn)



Prosesi Arya Wiraraja Sumenep Sedot Turis Mancanegara

Kamis, 30 Oktober 2014

Berpakaian Adat Pukul Massa Demonstran Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Seorang berpakaian adat yang tidak mengikuti upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745 di halaman Kantor Pemkab setempat diduga memukul massa demonstran saat melakukan aksi di depan Kantor Bupati, Jumat (31/10/2014).


Aksi anarkis itu berawal dari sejumlah mahasiswa melakukan orasi menyampaikan aspirasinya, namun ditengah perjalanan aksi aparat keamanan memberi peringatan kepada mahasiswa agar menghentikan aksinya.


Namun, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) terus melanjutkan orasinya. Setelah mendapat peringatan tiga kali, sejumlah mahasiswa langsung diamankan polisi. Para demonstran pun semburat. Namun, ditengah suasana kegaduhan seseorang yang menggunakan pakaian adat Keraton memukul salah seorang mahasiswa yang sedang dipegang polisi.


Sebelum korban diamankan ke dalam mobil truk milik polisi, pelaku dengan cepat memukul menggunakan dugem mentah di kepala bagian belakang mahasiswa. Pukulan pelaku terekam oleh sejumlah kamera wartawan.


Koorlap aksi Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) Sutrisno mengaku bakal mengangkat kasus dugaan pemukulan pada jalur hukum. “Akan kami tuntut secara jalur hukum,” tegasnya.


Selama dua hari, semua PNS dilingkungan Pemkab Sumenep diwajibkan menggunakan pakaian adat Keraton. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumenep yang ke 745 yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober.(arif/htn)



Berpakaian Adat Pukul Massa Demonstran Sumenep

Upacara Hari Jadi Sumenep Diwarnai Aksi Demo

PortalMadura.Com, Sumenep – Sejumlah aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur saat para pejabat dan PNS menggelar upacara hari jadi Sumenep ke 745 tahun 2014, Jumat (31/10/2014)


Belasan mahasiswa itu membawa spanduk yang bertuliskan “Selamat hari jadi Sumenep ke 745 yang penuh masalah” dan botol infus sebagai bentuk protes terhadap pelayanan kesehatan yang tidak maksimal.


“Kami hanya mau menyampaikan kepada Bupati, bahwa pelayanan publik di Sumenep masih banyak yang perlu ditingkatkan, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan yang lain,” kata korlap aksi FKMS, Sutrisno.


Mahasiswa menilai, pemerintahan Sumenep terjadi stagnasi dalam berbagai bidang seperti pelayanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur.


“Banyak sisi yang harus diperbaiki oleh pemerintah, termasuk di wilayah kepulauan yang terkesan dianak tirikan,” teriaknya.(arif/htn)



Upacara Hari Jadi Sumenep Diwarnai Aksi Demo

Bupati : Kebersamaan Merupakan Aset Terbesar Yang Harus Dijaga

PortalMadura.Com, Sumenep – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim menilai rasa kebersamaan merupakan aset terbesar yang dimiliki Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, dengan rasa kebersamaan, pembangunan Sumenep dapat terus ditingkatkan.


“Aset terbesar Kabupaten Sumenep bukan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, tapi kekompakan dan kebersamaan, sehingga Sumenep ini menjadi kondusif untuk membangun Sumenep kedepan,” kata Busyro, Jum’at (31/10/2014).


Menurut Busyro, setiap investor yang mau masuk ke Sumenep akan bertanya tingkat kondusifitas lingkungan. Jika tidak kondusif, dipastikan investor enggan masuk, karena investor akan memikirkan keamanan saham yang ditanam di Sumenep.


“Kalau investor tidak masuk ke Sumenep, peningkatan pembangunan akan berjalan lambat,” tegasnya.


Bupati berharap, dalam momen hari jadi Kabupaten Sumenep ke 745 tahun 2014, masyarakat hendaknya terus menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk mendukung peningkatan pembangunan Sumenep.


“Mari kita bersama-sama membangun Sumenep dengan menjaga kondusifitas,” harapnya. (arif/htn)



Bupati : Kebersamaan Merupakan Aset Terbesar Yang Harus Dijaga

Salam Redaksi : 745 Tahun Sudah Umur Sumenep?

PortalMadura.Com – Setiap tanggal 31 Oktober, diperingati sebagai “Hari Jadi Kabupaten Sumenep”. Tentu tak cukup hanya menggelar atau pun menampilkan seabrek kegiatan yang sifatnya hiburan.


Memang menampilkan seni-budaya yang dimiliki masyarakat Sumenep dan mengenang jasa-jasa pahlawan itu penting. Tetapi, tidak harus menguras uang rakyat yang nilainya, konon mencapai ratusan juta.


Peringatan Hari Jadi yang ke 745 ini harus ada target capaian atau bukti nyata yang bisa dipertanggungjawabkan pada rakyat. Sebab, mereka tidak semuanya bicara “Hari Jadi” dan mereka sudah bisa menilai.


Satu juta lebih rakyat Sumenep, hanya segelintir orang yang terlibat dalam “Hari Jadi”. Di perkampungan, di pelosok desa. Bahkan, di pulau-pulau kecil diluar sana tidak mengerti apa hari jadi. Karena mereka masih sibuk mencari sesuap nasi yang tidak ditopang dengan infrastruktur yang memadai.


Rakyat miskin di Sumenep masih tercatat tinggi. Bila berdasarkan pada pagu raskin 2014, ada 116. 378 RTSPM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat). Tapi, angka ini belum bisa kategorikan mewakili jumlah warga miskin yang sebenarnya.


Pergantian kepemimpinan dari Raja Arya Wiraraja, sebagai raja pertama di Keraton Sumenep hingga berderet sejumlah nama pemimpin handal dan kini KH. A Busyro Karim sebagai bupati, tentu sudah banyak capaian pembangunan dari segala sektor.


Namun, rakyat sering berkata lain, “Sumenep belum ada kemajuan”. Pemahaman belum ada kemajuan yang dipahami rakyat, bukan berarti tidak ada program atau pun target yang dicapai oleh pemerintahan dari raja pertama hingga kepemimpinan sekarang. Namun, mereka butuh kecepatan dalam mengemas program, sehingga benar-benar dirasakan dan Sumenep ada perubahan besar.


Momentum Hari Jadi, harus dijadikan cambuk dan tolak ukur keberhasilan maupun kegagalan program pemerintah. Sehingga umur Kabupaten Sumenep yang sudah mencapai 745 tahun tidak hanya menambah betapa tuanya umur Sumenep, namun tidak sebanding lurus dengan capaian program untuk mensejehterakan rakyat.


Pemimpin disebuah pemerintahan, memang bukan bertugas untuk “memuaskan” semua lapisan masyarakat. Tapi, pemimpin harus menjadi seorang master of possibilities. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin agar diterima oleh rakyat atau kelompok yang dipimpinnya.


“Selamat Hari Jadi Sumenep”!(redaksi)



Salam Redaksi : 745 Tahun Sudah Umur Sumenep?

Kamis, 16 Oktober 2014

Pulau Giliyang Jadi Tema Hari Jadi Sumenep yang ke 745

PortalMadura.Com, Sumenep – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang ke 745 di tahun 2014 ini memilih Tema Pulau Giliyang sebagai wisata oksigen.


“Awalnya, Pesona Mutiara Seribu Pulau. Tema itu tidak fokus!. Makanya, saya pilih saja Pulau Giliyang sebagai wisata oksigen sebagai tema hari jadi tahun ini,” tegas Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Jumat (17/10/2014).


Diakui, pembangunan Pulau Giliyang murni dari program Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Pemerintah daerah hanya diminta menyediakan lahan untuk pengembangan wisata Pulau Giliyang.


“Pemerintah daerah sudah menyediakan lahan itu, baik tempat untuk wisatawan dengan istilah “Tanean Lanjeng”, maupun lokasi pengadaan air bersih yang akan dialirkan ke pulau itu,” urai Busyro.


Persiapan Pulau Giliyang menjadi wisata kesehatan, sudah mulai dilakukan, baik dalam bentuk kesiapan sumber daya manusia (SDM) maupun infrastruktur.


“Pelatihan sudah dilakukan bagi pemuda disana, termasuk pembangunan infrastrukturnya,” tegasnya.


Saat ini, sambungnya, memang belum dilakukan promosi besar-besaran oleh pemerintah daerah. Karena, pembangunan infrastrukturnya masih berlangsung.


“Kalau sudah dipromosikan, lalu tidak sesuai dengan harapan pengunjung, maka akan berakhir dengan kekecewaan. Saya tidak menginginkan hal itu!. Makanya, pembangunan infrastruktur dna lainnnya yang dipersiapkan terlebih dahulu,” tandas Busyro.(htn)



Pulau Giliyang Jadi Tema Hari Jadi Sumenep yang ke 745