Rabu, 29 Oktober 2014

Berdalih Tidak Sesuai NJOP, Sengketa Lahan SD 4 Tahun Ngendap

PortalMadura.Com, Sumenep – Sudah empat tahun, dari 2010 hingga 2014 Dinas Pendidikan Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak mampu menuntaskan 47 kasus sengketa lahan Sekolah Dasar (SD) yang tersebar disejumlah kecamatan.


Dari 47 sengkata lahan gedung SD, baru 27 kasus yang terselesaikan. Disdik beralasan, tidak terselesainya kasus sengketa lahan itu disebabkan penawaran harga ganti rugi terlalu tinggi.


“Permintaan ganti rugi warga terlalu tinggi, yakni 350 ribu rupiah per meter. Padahal, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di daerah tersebut rata-rata 30 sampai 45 ribu rupiah per meter,” dalih Ahmad Sadik, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Rabu (29/10/2014).


Dengan permintaan ganti rugi yang terlalu tinggi itu, pihaknya mengaku tidak bisa memenuhi permintaan warga. Padahal, anggaran pembebasan lahan untuk sengketa gedung SD tersebut sudah tersedia.


“Kami tidak bisa mengikuti keinginan pemilik lahan, ganti rugi itu harus sesuai dengan NJOP, sementara permintaan warga nilai lebih tinggi,” ungkapnya.


Disdik berjanji akan terus berupaya melakukan negosiasi dengan pemilik lahan agar sengketa lahan gedung SD itu dapat terselesaikan dan proses Kelompok Belajar Mengajar (KBM) berjalan semestinya.


“Kami akan terus berupaya agar secepatnya persoalan itu terselesaikan,” paparnya. (arif/htn)



Berdalih Tidak Sesuai NJOP, Sengketa Lahan SD 4 Tahun Ngendap

Komisioner Diduga Jadi Pengurus Parpol, PMPS Demo KPU Sampang

PortalMadura.Com, Sampang – Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Sampang (PMPS), Madura, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rabu (29/10/2014).


Mereka membawa berbagai macam poster yang bertuliskan kecaman terhadap komisioner yang diduga kuat terlibat dalam kepengurusan partai politik.


Para demonstran mengancam bakal menduduki Kantor KPU bila tidak ada tindak lanjut dan oknum komisioner KPU yang tidak independen tetap bercokol. “KPU Sampang telah di huni oleh orang yang tidak independen. Sudah selayaknya disingkirkan dari KPU,” teriak Koorlap Aksi, Zainudin.


Bahkan, orang yang terindikasi tidak independen itu bukan hanya pengurus partai politik, melainkan menjabat sebagai Ketua Parpol. “Hal ini, sudah jelas-jelas melukai demokrasi di Sampang,” tegas Zainudin dalam orasinya.


Salah seorang komisioner KPU Sampang yang dilaporkan ke KPU Jatim dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh salah seorang tokoh setempat, yakni bernama Abdul Azis.


Sementara, Ketua KPU Sampang, Syamsul Muarif mengaku jika kasus tersebut sudah dalam penanganan pihak DKPP. “Sudah dilakukan persidangan. Jadi, tinggal menunggu keputusan DKPP,” tegasnya.(det/htn)



Komisioner Diduga Jadi Pengurus Parpol, PMPS Demo KPU Sampang

Selasa, 28 Oktober 2014

Kidung Cinta Bangsacara-Ragapadmi (edisi 2)

PortalMadura.Com – Ragapadmi… ahh, Bangsacara mendesah. Dua purnama yang lalu, ia masih merasa seperti seekor pungguk ketika memandang putri bulan itu bersanding dengan Prabu Bidarba di kereta kencananya. Betapa tiap malam ia meremas-remas hatinya sendiri, meratapi saat-saat ketika bidadari itu sedang terhampar di peraduan Sang Prabu.


Bangsacara pertama kali bertemu putri itu pada sebuah kapal kandas yang dijarah perompak. Untung, Bangsacara berhasil menyelamatkannya dari kejahilan para perompak. Sejak pertama melihatnya, Bangsacara telah terpikat dengan kecantikannya. Sayang, Prabu Bidarba mendengar kejadian itu, dan memerintahkan agar putri itu dibawa ke istana. Singkat cerita, putri cantik itu pun dijadikan selir Prabu Bidarba dan diberi nama : Ragapadmi.


Namun, baru beberapa hari usai pesta perkawinan, kehebohan melanda Keraton Madura. Wanita cantik yang entah berasal dari mana itu tiba-tiba terserang penyakit kulit yang menjijikkan. Kulit di sekujur tubuhnya melepuh, mengelupas, dan berlendir. Wajahnya pun tak terkecuali. Baunya sangat busuk. Sang Prabu murka dan selir itu pun diusir dari istana. Banyak yang mengira ia membawa penyakit menular dari negeri asing, walau ada juga yang bilang bahwa ia diracuni oleh orang yang dengki pada kecantikannya.


Mendengar kabar bahwa Selir Ragapadmi diusir dari istana, Bangsacara bergegas menghadap Sang Prabu. Ia memohon diberi kesempatan mencarikan obat untuk penyakit Ragapadmi. Sang Prabu mengijinkan, tapi tetap memerintahkan agar Ragapadmi dibawa keluar istana. Karena tak satupun tabib atau padepokan bersedia merawatnya, Bangsacara membawa Ragapadmi ke rumah ibunya di desa dekat pantai, jauh dari keraton.


Bangsacara tak berharap banyak ketika menitipkan Ragapadmi pada ibunya. Benih cinta dalam hatinya membuat ia tak tega menyaksikan penderitaan wanita itu. Ia hanya berharap ibunya mau merawatnya hingga penyakit aneh itu membawa ajal bagi Ragapadmi. Dan seperti yang diminta oleh Bangsacara, ibunya merawat wanita itu dengan telaten. Setiap hari ibunya memandikan Ragapadmi dengan air kapur dan meminumkan jamu yang diramunya sendiri. (Bersambung, Karya Rahadi W- Mandangin Bersama, 28 Mei 2013)



Kidung Cinta Bangsacara-Ragapadmi (edisi 2)

Badan Kehormatan DPRD Pamekasan Terbentuk

PortalMadura.Com, Pamekasan – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (29/1/2014) membentuk dua alat kelengkapan dewan, yaitu Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Kehormatan (BK).


Dengan melalui mekanisme pemilihan, akhirnya lima anggota DPRD Pamekasan terpilih sebagai anggota BK. Yaitu, Taufiqurrahman (Fraksi Merah Putih) sebagai ketua, dan Zainal Abidin (Fraksi PAN) sebagai wakil ketua. Sedangkan tiga orang lainnya adalah anggota, masing-masing Anwar Syamsidi (Fraksi PPP), Hasyim (Nasdem) dan Moh Zaiful (PKB).


Sempat terjadi perdebatan antar anggota soal mekanisme pemilihan, ada yang mengusulkan semua pimpinan fraksi bertemu dan sidang di skors, ada pula usulan voting dan juga ada yang mengusulkan pemilihan tertutup.


“Namun kita sepakati pemilihan tertutup dan akhirnya lima orang terpilih sebagai anggota BK DPRD Pamekasan,” kata Halili Yasin, Ketua DPRD Pamekasan, usai menutup sidang.


Menurut Halili, untuk Bamus sendiri otomatis pimpinan dewan adalah pimpinan Bamus sehingga tidak ada perdebatan dan silang pendapat.


“Dengan terbentuknya alat kelengkapan dewan ini, maka DPRD sudah lengkap alat kelengkapan dewan yang ada di DPRD Pamekasan. Ke depan tinggal memaksimalkan kinerja semuanya,” jelas Halili. (reiza/htn)



Badan Kehormatan DPRD Pamekasan Terbentuk

Kidung Cinta Bangsacara-Ragapadmi di Pulau Mandangin (edisi 1)

PortalMadura.Com – Menjelang senja, langit Pulau Mandangin semakin condong ke barat. Matahari pelan-pelan menggelinding ke batas cakrawala. Bangsacara menyeka sisa darah yang melumuri mata tombaknya. Sejak pagi hari berburu di hutan Pulau Mandangin ini, ia sudah berhasil mendapatkan empat ekor kijang. Tinggal menambah satu ekor lagi, sempurnalah ia melaksanakan titah Prabu Bidarba.


Seorang prajurit kepatihan mengirim titah itu ke desanya kemarin. Sang Prabu menghendaki lima ekor kijang dari Pulau Mandangin, untuk hidangan perkawinan dengan selirnya yang baru. Bukan hal yang mudah menangkap kijang di pulau ini, tapi Bangsacara sudah sering melakukannya.


Jurus melempar tombaknya memang tak tertandingi di seluruh Kerajaan Madura. Berkat keahliannya itu, Bangsacara sering mempersembahkan daging kijang yang sangat digemari Sang Prabu, sehingga ia pun menjadi abdi kesayangan di istana.


Bangsacara berjalan mengendap-endap di sela pepohonan dan semak-semak hutan. Kedua ekor anjingnya yang setia pun mengikutinya tanpa suara. Kijang yang diincarnya itu tampak gelisah, berkali-kali mengangkat kepala, berusaha mencium tanda bahaya di sekitarnya. Jaraknya tinggal tiga puluhan tombak saja lagi, tapi bila ia gegabah, kijang itu bisa melesat jauh dalam sekejap. Lebih baik ia menunggu sebentar, hingga binatang itu tak lagi waspada.


Sebenarnya, pikiran Bangsacara tak sepenuhnya berada di pulau ini. Bayangan ranjang pengantin, yang terlalu cepat ditinggalkannya dini hari tadi, senantiasa melintas di bilik matanya. Aduhai, malam yang hangat itu… begitu singkat rasanya, tapi tiada sepenggalpun yang hilang dari kenangan. Bahkan ia bisa memutar kembali bayangannya, detik demi detik. Masih menggema di kepalanya, harum semerbak rambut pengantin itu. Dan jari-jarinya pun serasa masih menari di halus kulit pualam itu. Sekedar memikir-kannya saja telah membuat jantungnya berdetak lebih cepat. (Bersambung, Cerpen Karya Rahadi W- Mandangin Bersama, 28 Mei 2013)



Kidung Cinta Bangsacara-Ragapadmi di Pulau Mandangin (edisi 1)

Ribuan Petani Nasional Peringati Hari Tembakau Di Pamekasan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Ribuan petani dari berbagai wilayah di Indonesia memperingati hari tani se-Dunia di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (29/10/2014).


Acara itu digelar oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), dengan tema : Mendesak Pemerintah Untuk Tetap Menolak FCTC dan Bersikap Obyektif Terhadap Industri hasil Tembakau. Kegiatan itu terpusat di halaman Negara Bhakti Pendopo Ronggosukowati Pamekasan. Sedangkan acara long march ribuan petani dan pawai budaya Madura, dimulai dari monument Arek Lancor.


Dalam pawai tersebut, ribuan petani mengenakan kaos khas Madura ikut dalam pawai yang mempertontonkan kebudayaan asli Madura, selain itu group drum band juga ikut ambil bagian, serta sejumlah kelompok Ul daul di Pamekasan.


Tidak hanya itu, sejumlah petani juga membawa sejumlah sapi yang didandani (sape sonok) yang diiringi dengan alunan musik ul-daul. Selain itu, pada acara tersebut juga disemarakkan dengan pawai budaya kesenian khas Madura.


Humas Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Hananto Wibisono mengatakan, kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati hari petani tembakau se-dunia yang jatuh pada hari ini, Rabu (29/10/14).


Dalam acara tersebut, kata dia, dihadiri oleh petani tembakau perwakilan pengurus APTI se-Indonesia, pengurus pusat APTI dan pejabat pemerintah daerah Kabupaten Pamekasan serta beberapa pejabat pemerintah pusat.


“Nantinya akan dibahas tentang persoalan-persoalan mengenai tembakau dan juga mencarikan solusinya. Acara tersebut, juga merupakan ajang silaturrahmi antar sesama petani tempakau, selain itu juga untuk menyuarakan eksistensi industri hasil tembakau di Indonesia,” jelasnya.


APTI adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2000 dengan tujuan untuk meningkatkan harkat, martabat dan kesejahteraan petani tembakau Indonesia.


Selain itu APTI bertugas untuk memastikan bahwa kepentingan petani tembakau diperhatikan oleh para pembuat kebjiakan, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun di tingkat pusat.


APTI beranggotakan sekitar 2 juta orang petani dan buruh tani tembakau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah sentra-sentra produksi tembakau seperti di Temanggung, Lumajang, Madura, Garut, dan Lombok.


Dalam kegiatannya, APTI merupakan anggota aktif dari Asosiasi Petani Tembakau Internasional/ International Tobacco Growers Association (ITGA).


Smentara Ketua Panitia lokal pelaksana acara tersebut, Fathorrahman juga mengatakan, dalam momentum hari petani tembakau dunia itu, masyarakat petani di pulau Madura sebagai salah satu pulau penghasil tembakau terbesar di Indonesia merasa senang dengan digelarnya acara tersebut di Kabupaten Pamekasan.


“Diharapkan, dengan digelarnya acara tersebut petani tembakau di berbagai wilayah Indonesia mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten/kota, provinsi hingga pemerintah pusat,” harapnya.


Menurut mantan Anggota DPRD Pamekasan ini, agenda yang paling penting adalah penolakan kebijakan PBB melalui WHO (Wold Healt Organization) dengan program Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang bertujuan membatasi penggunaan tembakau.


“Dengan FCFC itu Nampak ada kebijakan lain yang bernuansa politik bisnis internasional, yang tidak semata-mata karena alasan kesehatan. Padahal tembakau bukan hanya untuk rokok tapi untuk sektor lainnya,” tegasnya.


Sehingga dengan agenda tersebut, lanjut Fathor, seluruh peseta pawai yang mencapai 2 ribu orang itu akan menuliskan dan tandan tangan menolak kebijakan FCTC oleh WHO untuk disampaikan ke presiden melalui Bupati Pamekasan. (reiza/htn)



Ribuan Petani Nasional Peringati Hari Tembakau Di Pamekasan

Kinerja Kejaksaan Kembali Disorot, GHAIB Lapor DPRD Sampang

PortalMadura.Com, Sampang – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Madura, Jawa Timur kembali di laporkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat oleh Puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GHAIB), Rabu (29/10/2014).


“Penegakan hukum di Sampang tidak transparan dan jalan di tempat,” ujar Habib Yusuf Assegaf, Ketua Ghaib.


Ia menilai, bahwa sampai saat ini kasus yang di tangani pihak Kejaksaan Negeri, semisal Alkes, dana Pesangon, Damkar, Pengadaan Bibit, RTLH masih belum dipelimpahan ke Pengadilan Negeri.


Sementara, A. Kadir, yang mewakili Ketua  Komisi IV DPRD Sampang mengaku bakal menampung aspirasi yang disampaikan Ghaib.


“Pemikiran dan aspirasi yang di sampaikan ghaib kami tampung. Kemudian, akan kami laporkan kepada Ketua Komisi IV DPRD untuk dijadikan kajian serta pertimbangan untuk dapat di tindak lanjuti,” tandasnya, di ruang rapat DPRD Sampang.(det/htn)



Kinerja Kejaksaan Kembali Disorot, GHAIB Lapor DPRD Sampang