Tampilkan postingan dengan label Satlantas Polres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satlantas Polres. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

Satlantas Polres Sumenep "Dihujat" di Sosmed

PortalMadura.Com, Sumenep – Tindakan Satlantas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi bahan “Hujatan” di media sosial (Sosmed) sehubungan dengan operasi mobile yang dilakukan diwilayah hukum Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep dan mengakibatkan salah seorang pengendara motor Hadiri, warga Desa Guluk-Guluk, tak sadarkan diri.


“sya tahu kejadiannya…itu kesalahan polisi,,,, dan saksi ditempat kejadian banyak sekali, mereka siap untuk dijadikan saksi,,,polisi sendiri memukulkan helmnya kepada Korban, ketika itu korban masih di atas sepeda, lantas korban jatuh…korban tidak lari…korban umurnya 50 tahunan. walau bagaimanapun tindakan polisitersebut salah, sekarang sudah diproses Ke PROPAM POLRES SUMENEP,” tulis Syam Arief Deo dalam akun facebooknya.


Dia juga mengunggah sebuah foto dan terlihat ada beberapa orang petugas Satlantas di jalan umum.


Mohamad Nawir, juga mengunggah foto petugas Satlantas dengan status “Lagi2 operasi lalin yang dilakukan oleh polres sumenep mengakibatkan 1 korban luka parah tak sadarkan diri dan hrs dilarikan ke RSUD sumenep. Polisi saat ini tak ubahnya seperti preman,,,,,,, sungguh tak berperikemanusiaan memukul, mengeroyok pengemudi gara2 tdk punya SIM”.


Hingga pukul 18.35 Wib, Kamis (23/10/2014), status tersebut mendapat komentar hingga 112 orang dan like 87 serta di share kembali oleh 2 akun FB.(htn)


polisi 1 225x300 Satlantas Polres Sumenep Dihujat di Sosmed foto Mohamad Nawir




Satlantas Polres Sumenep "Dihujat" di Sosmed

Kapolres "Ada Pelanggar Yang Ngebut, Lalu Jatuh dan Tak Sadarkan Diri"

PortalMadura.Com, Sumenep – Kapolres Sumenep AKBP Marjoko mengakui jika anggota Satlantas sedang melakukan operasi mobile terhadap kendaraan bermotor diwilayah hukum Sumenep.


“Iya, memang sedang ada operasi mobile terhadap kendaraan bermotor,” terang Marjoko, Kamis (23/10/2014).


Diakui jika ada salah seorang pengendara motor yang ngebut dan hendak melarikan diri saat ada petugas. “Ada pelanggar yang ngebut, lalu jatuh dan tak sadarkan diri. Anggota saya sudah berusaha menghentikan, kenapa lari. Bukan mengejar,” ujarnya.


Dia menjelaskan, operasi mobile sebagai upaya mengungkap curanmor (pencurian kendaraan bermotor), semua kendaraan akan dicek, baik STNK maupun mesin. “Jika tidak ada STNK akan kita proses lebih lanjut,” katanya.


Dugaan pemukulan yang dilakukan oknum petugas lantas, pihaknya akan berpatokan pada hasil visum. “Ya tergantung hasil visumnya. Apakah dipukul atau tidak. Memang ada luka gores di dahi sampai hidung,” terangnya.


Pihaknya mengaku sudah melakukan introgasi terhadap anggotanya yang sedang bertugas di lapangan. Ada 18 orang yang diterjunkan dalam operasi mobile tersebut. Namun, yang sedang bertugas di wilayah Guluk-Guluk dan sekitarnya ada 9 orang.


Sebelumnya, Hadiri (45), warga Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum petugas Satlantas Polres Sumenep. Akibatnya, mengalami luka-luka dan tak sadarkan diri.


Korban yang sebelumnya dibawa ke Puskesmas Ganding, kini dirujuk ke Rumah Sakit dr Moh Anwar Sumenep.(dus/htn)



Kapolres "Ada Pelanggar Yang Ngebut, Lalu Jatuh dan Tak Sadarkan Diri"

Oknum Petugas Lantas Hajar Warga Sumenep Hingga Tak Sadarkan Diri

PortalMadura.Com, Sumenep – Hadiri (45), warga Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Satlantas Polres Sumenep.


Korban dihajar oknum petugas berpakaian lantas di simpang tiga “Gur Mate” Kecamatan Ganding, Sumenep. “Saudara saya dipukul polisi,” kata Rusnan, saudara korban, Kamis (23/10/2014).


Versi keluarga korban, aksi pemukulan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wib saat korban hendak ke kantor Pegadaian Ganding. Namun, ditengah jalan dikejar oleh oknum petugas berpakain lantas dari arah belakang.


“Saudara tak sadarkan diri. Dan mengeluarkan darah dari mulut dengan kondisi bibir bengkak, memar lengan kanan, serta kaos sobek dibagian lengan kanan,” urai Rusnan.


Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ganding. Lalu, dirujuk ke Rumah Sakit dr Moh Anwar Sumenep. “Tidak cukup jika hanya membantu biaya rumah sakit, tapi saya minta keadilan,” imbuh istri korban, Hj. Ulfatul Jannah.


Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Sumenep. Para wartawan dari berbagai media yang bertugas di Sumenep masih menunggu Kapolres AKBP Marjoko.(dus/htn)



Oknum Petugas Lantas Hajar Warga Sumenep Hingga Tak Sadarkan Diri