Tampilkan postingan dengan label Peringatan Hari Jadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peringatan Hari Jadi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

Jadikan Sumenep Kota Yang Hebat

FITRIANA RISARDY, yang akrab disapa Fitri berharap pada peringatan Hari Jadi yang ke 745, Sumenep bisa menjadi kota yang semakin hebat, ramah dan dikenal di seantero jagat.


Dengan banyaknya kreativitas seni-budaya yang dipromosikan, perempuan kelahiran Sumenep, 27 Februari 1996 ini optimis bakal menjadi jujukan wisata para wisatawan dalam negeri maupun mancananegara.


“Kita harus lebih bisa mengembangkan tradisi dan seni-budaya lokal serta wisata yang dimiliki, sehingga Sumenep bisa menjadi hebat dengan kekayaan alamnya yang masih perawan,” kata Fitri yang aktif di dunia model.


Ia yang pernah menjadi harapan ke 2 pada event Madura Batik Casual Modification ini juga berharap pada kaum perempuan agar ikut ambil bagian untuk kemajuan Sumenep, dan umumnya Madura.


“Sebagai orang Sumenep, kita juga harus ambil bagian dalam rangka memajukan Sumenep dan Madura. Benahi potensi diri, gali kreativitas dan prestasi. Namun tetap tidak melupakan kodrat sebagai wanita,” tegasnya.


Predikat perempuan Madura yang hanya bisa di kasur, sumur dan di dapur sudah harus dilepas dan dibuang jauh-jauh. Tunjukkan bahwa perempuan Madura juga bisa berkarier disemua sektor kehidupan.


“Kapan kita akan bangkit jika tidak dari sekarang. Perempuan jangan hanya berpangku tangan, tapi harus jadi pelopor masa depan,” pungkas Fitri yang bertempat tinggal di Perum Batuan, Sumenep.(rul/htn)



Jadikan Sumenep Kota Yang Hebat

Kamis, 30 Oktober 2014

Dewan Minta Inspektorat Usut Pelaku Pemukulan Demonstran

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Komisi A, DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Darul Hasyim Fath meminta pihak Inspektorat segera memanggil pelaku pemukulan pada massa demonstran yang terjadi saat upacara memperingati Hari Jadi Sumenep ke 745, Jumat (31/10/2014).


Dugaan pelaku pemukulan dilakukan oleh oknum pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Sumenep, karena selama dua hari yakni dari tanggal 30-31 Oktober para pegawai negeri sipil (PNS) diwajibkan menggunakan pakaian adat Keraton Sumenep.


Sedangkan pelaku yang diduga memukul salah seorang mahasiswa yakni seorang yang menggunakan pakaian adat. Bugem mentah pelaku menyasar pada kepala bagian belakang mahasiswa.


“Diera demokrasi ini, anarkisme harus dihentikan. Siapapun tidak dilarang menyampaikan pendapatnya,” kata Darul Hasyim.


Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan agar Inspektorat segera memanggil PNS yang memukul mahasiswa saat menyampaikan aspirasinya dalam bentuk aksi.


“Inspektorat harus bertindak cepat dan tegas dalam hal ini. Segera panggil oknom PNS itu. Ini sudah melanggar kebebasan sebagai warga negara Indonesia,” terangnya.


Sebelumnya, sejumlah aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sumenep, jalan dr Cipto, saat para pejabat dan PNS menggelar upacara Hari Jadi Sumenep ke 745 tahun 2014.


Belasan mahasiswa itu membawa spanduk dengan bertuliskan “Selamat Hari Jadi Sumenep ke 745 Yang Penuh Masalah” dan botol infus sebagai bentuk protes terhadap pelayanan kesehatan yang tidak maksimal.


Tak lama menyampaikan aspirasinya, aksi mahasiswa dihentikan oleh polisi dengan alasan tanpa ada pemberitahuan pada polisi. Tidak hanya dihentikan, tapi sejumlah mahasiswa dipukuli oleh polisi dan oknom PNS yang menggunakan pakaian adat Keraton. (arif/htn)



Dewan Minta Inspektorat Usut Pelaku Pemukulan Demonstran