Tampilkan postingan dengan label Korban Perahu Tenggelam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korban Perahu Tenggelam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Memasuki Hari ke 11, Duka Masih Menyelimuti Warga Raas

PortalMadura.Com, Sumenep – Duka mendalam masih dirasakan warga Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.


Hingga, Kamis (16/10/2014) korban tenggelamnya perahu layar motor (PLM) Jabal Nur atau Mutiara Indah yang membawa rombongan pengantin pria sebanyak 51 orang, Senin (6/10/20014) masih 21 orang yang belum ditemukan, 8 selamat dan 22 orang meninggal.


Warga yang semula giat melaut untuk mencari bekal hidup, kini terhenti seketika lantaran sibuk melakukan pencarian korban perahu tenggelam dan merawat korban yang ditemukan selamat.


Peristiwa naas yang menimpa warga satu kampung (Dusun) Talango Tengah, Desa Brakas menydot perhatian Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini, turun langsung dan memberikan bantuan pada masing-masing korban sebesar Rp 5 juta.


Sementara Bupati Sumenep, A Busyro Karim, memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 juta bagi korban meninggal dan Rp 1 juta bagi keluarga selamat.


Komunitas warga pulau Raas yang ada di Bali, juga melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga korban, dana yang sudah disalurkan mencapai Rp 14,6 juta.


Meski bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, namun belum bisa membahagiakan hati warga Pulau Talango Tengah, terutama yang kehilangan anggota keluarganya.


Warga lebih banyak mengurung diri di rumah, sambil menunggu kabar ada anggota keluarganya yang ditemukan.


Pulau Talango Tengah yang luasnya hanya 5.000 meter persegi, dan dihuni oleh sekitar 300 KK dengan jumlah penduduk kurang lebih 700 jiwa itu, bagai pulau tak berpenghuni. Warga  masih larut dalam suasana duka, dan belum bisa menerima sepenuhnya peristiwa pahit itu.


“Pasca bencana itu, warga disini lebih banyak mengurung diri di kamar, mereka masih trauma dengan peristiwa itu, apalagi masih banyak anggota keluarga mereka yang belum ditemukan,” kata Samsul (50), warga Dusun/pulau Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Sumenep.


Wajah-wajah warga pulau Talango Tengah, terlihat lesu, dan sulit diajak komonikasi, bahkan dari tatapan mata mereka, pandangannya kosong. Tidak hanya itu, rumah warga yang berjejer disepanjang jalan kampung tersebut, pintunya tertutup rapat.


Nyaris tak ada warga yang duduk-duduk di teras rumah, hanya beberapa anak kecil yang bermain di halaman bersama teman-teman sebayanya.


Basarnas Jatim yang diharapkan piawai untuk melakukan pencarian korban hilang jauh dari harapan warga setempat. Mayoritas korban berhasil ditemukan dan dilakukan evakuasi oleh perahu tradisional milik nelayan setempat.


Sebelumnya, PLM Jabal Nur membawa rombongan pengantin pria sebanyak 51 orang dari Dusun/Pulau Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Senin (6/10/2014). Dengan tujuan Buleleng, Bali.


Perahu mengalami masalah yang diawali dengan mesin mati. Lalu, perahu bergerak sesuai dengan arah angin. Sulit dikendalikan, hingga akhirnya bocor setelah menabrak karang dan tenggelam. (Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin dari Raas).



Memasuki Hari ke 11, Duka Masih Menyelimuti Warga Raas

Minggu, 12 Oktober 2014

Warga Raas di Bali Galang Dana Untuk Korban PLM Jabal Nur

PortalMadura.Com, Sumenep – Komunitas warga Pulau Raas, Sumenep yang ada di pulau Dewata Bali, menggelar aksi penggalangan dana untuk korban PLM Jabal Nur yang tenggelam. Aksi selama tiga hari itu, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 14.696.000,00.


“Hari ini dana yang kita dapat akan diserahkan secara simbolis kepada keluarga korban yang  masih ada di Puskesmas Raas,” kata Rasyid Hani, Kordinator Penggalangan dana bagi korban PLM Jabal Nur, Minggu (12/10/2014).


Menurut Rasyid, aksi penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas warga satu Dusun yang sedang dilanda musibah. Penggalangan dana akan terus dilakukan demi meringankan beban keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.


“Dana itu akan dibagikan secara merata pada semua keluarga korban. Derita mereka, juga derita kami,” tandasnya.(dien/htn)



Warga Raas di Bali Galang Dana Untuk Korban PLM Jabal Nur

Kamis, 09 Oktober 2014

Sosok Perempuan Yang Mempesona

MAULINA SYAFAKAMILA yang akrab disapa Lala mempunyai talenta yang luar biasa di dunia model. Selain cantik dan ramah, seabrek prestasi telah disandang sejak tahun 2013.


Di tahun 2014, Lala yang suka warna biru ini menjadi Juara 1 Fashion Batik Madura 2014 dan Juara 2 Hijab Glamour Madura. “Melalui dunia model, saya ingin menjadi sosok perempuan yang mempesona,” ujar Lala sambil tersenyum.


Menekuni dunia model sudah dijalani dengan serius sejak 2 tahun terakhir. Sehingga, di tahun 2013-2014 mampu memberikan yang terbaik buat orang tuanya.


“Dengan cara ini, saya ingin memberikan sesuatu yang bisa membanggakan kedua orng tua,” katanya sambil bersyukur.


Meski ia mendalami dunia model, namun tidak ingin ketinggalan dibidang pendidikan. “Prestasi akademik, harus nomor satu. Dunia model harus menjadi pendamping prestasi dijalur pendidikan,” tandas perempuan yang tinggal di Jalan Belimbing, Karangduak, Sumenep.(feb)



Sosok Perempuan Yang Mempesona

Bupati Sumenep & Gubernur Jatim Datangi Keluarga Korban PLM Tenggelam

PortalMadura.Com, Sumenep – Bupati Sumenep A Busyro Karim dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo bakal mendatangi rumah keluarga korban tenggelamnya Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur di Desa Brakas, Kepulauan/Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (10/10/2014).


“Pak bupati, berangkat dari pelabuhan Kalianget menggunakan KMP Dharma Kartika, berngkat pukul 08.00 Wib,” terang Sufiyanto, Kabag Humas Pemkab Sumenep pada PortalMadura.Com.


Ikut dalam rombongan orang nomor satu di Sumenep ini, selain SKPD terkait juga Forpimda. Bupati bakal menyerahkan bantuan berupa ; alat medis, oxigen, masker dan susu serta makanan siap saji, selimut, duster, sarung.


“Ada santunan juga, baik kepada keluarga yang meninggal dunia maupun yang menjalani perawatan,” katanya.


Sedangkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo bakal menggunakan pesawat helikopter dan take off dari Surabaya pada pukul 13.00 WIB.


Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur yang membawa rombongan pengantin pria sebanyak 49 orang (versi lain 76) dinyatakan hilang sejak, Senin (6/10/2014). Komunikasi salah seorang penumpang dengan keluarganya berlangsung sekitar pukul 15.00 Wib dan mengabarkan jika perahu bermasalah dan mesinnya mati.


Kala itu, perahu bergerak sesuai dengan arah angin keperairan Banyuwangi-Situbondo, Jawa Timur, hingga akhirnya ditemukan 21 penumpang meninggal dunia dan 7 lainnya dinyatakan selamat. Pencarian korban tidak hanya dilakan Badan SAR Nasional (Basarnas). Namun, puluhan perahu nelayan asal Kepulauan Raas bergerak dan menyisir pantai yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya kapal tersebut.(htn)



Bupati Sumenep & Gubernur Jatim Datangi Keluarga Korban PLM Tenggelam