PortalMadura.Com, Jakarta – Polemik pencatutan nama Jokowi yang dilontarkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said mendapat protes publik. Pasalnya, hingga saat ini Sudirman Said tidak menyebut nama politikus yang mencatut nama Jokowi tersebut, menurut Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia...
BPI : Kegaduhan Menteri, Taktik Jokowi-JK Alihkan Isu ?
Kamis, 12 November 2015
BPI : Kegaduhan Menteri, Taktik Jokowi-JK Alihkan Isu ?
Kamis, 24 Juli 2014
PDIP : Masyarakat Sumenep Butuh Sosok Bupati Seperti Jokowi
PortalMadura.Com, Sumenep – “Kemenangan Jokowi-JK dalam proses Pilpres 2014 dapat diambil hikmahnya, bahwa masyarakat saat ini butuh pemimpin yang bersikap sederhana dan kepemimpinannya untuk semua rakyat, bukan untuk kepentingan suatu kelompok atau golongan”.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Hunain Santoso, usai buka puasa bersama (Buber) di Kantornya, Jl. Sultan Abdurrahman (Kompleks Perumahan Bumi Sumekar), Kamis (24/7/2014).
Dari rekam jejak seorang Jokowi, lanjutnya, selalu tampil apa adanya dan sangat sederhana. Namun, sangat tinggi dalam mempertanggungjawabkan jabatannya untuk kepentingan semua masyarakat. “Saya yakin, masyarakat Sumenep butuh sosok bupati seperti Jokowi,” katanya.
Hal ini diungkapkan mengingat Kabupaten Sumenep akan menggelar pesta demokrasi berupa Pemilu Bupati dan Wakil Bupati 2015. “Kemenangan Jokowi-JK akan menjadi evaluasi dan introspeksi tersendiri untuk diri kita dan masyarakat Sumenep dalam suksesi kepemimpinan bupati dan wakilnya ditahun mendatang,” ucapnya.
Di tahun 2015, lanjutnya, bakal terjadi suksesi kepemimpinan bupati, maka jangan lagi muncul untuk kepentingan kelompok maupun golongan. Tetapi, benar-benar untuk kepentingan rakyat. “PDI Perjuangan merasakan pahitnya kepemimpinan Sumenep selama lima (5) tahun terakhir ini. Maka, jangan sampai terjadi lagi lima tahun kedepan,” tandasnya.
Sayangnya, Hunain tidak secara spesifik menyampaikan rasa pahitnya yang dialami selama ini dan tidak menyebutkan siapa calon yang bakal diusung pada Pemilu Bupati dan Wakil Bupati periode mendatang. “Di Sumenep ini pasti ada sosok yang mirip Jokowi. Pada saatnya nanti akan muncul,” kilahnya.
Diketahui bersama, PDI Perjuangan Sumenep pada kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2010-2015 telah mengusung Soengkono Sidik sebagai Wakil Bupati Sumenep, berpasangan dengan Abuya Busyro Karim sebagai bupati yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).(htn)
PDIP : Masyarakat Sumenep Butuh Sosok Bupati Seperti Jokowi
Jumat, 04 Juli 2014
Santri Pamekasan Deklarasi Dukung Jokowi
PortalMadura.com, Pamekasan – Sedikitnya 50 perwakilan santri se-Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar deklarasi mendukung Capres-Cawapres Jokowi-JK di Area Monumen Arek Lancor Pamekasan, Jumat (4/7/2014).
Sejumlah santri secara bergantian berorasi meneriakkan dukungan terhadap Jokowi terutama dengan adanya gagasan dan Program 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional jika Jokowi terpilih Presiden RI lima tahun ke depan.
“Kami sangat berterima kasih yang sangat banyak kepada Jokowi yang telah menggagas 1 Muharram akan dijadikan hari santri, karena selama ini eksistensi santri cendrung ditinggalkan,” kata salah seorang orator.
Sedangkan Zuhairi Misrawi, salah satu Tim Sukses nasional Pasangan capres-cawapres Jokowi-JK juga mengatakan, dukungan tersebut dilakukan karena Jokowi dianggap calon presiden yang memperjuangkan hak rakyat dan mengajak peran serta santri dalam pembangunan, salah satu dengan hari santri tersebut. Selain itu menurut penulis muda lulusan Al-Azhar Kairo Mesir ini, capres Jokowi sejalan dengan santri, salah satunya dengan menjadi imam shalat dan hafal surat dalam Al Quran.
“Madura adalah kota santri dan kita harus bersyukur karena satu-satunya capres yang bisa jadi imam shalat dan hafal beberapa surat dalam al-quran hanyalah Jokowi. Makanya saya sebagai alumni Al-Amin mengajak santri untuk dukung Jokowi di Madura ini,” tegasnya.
Dan dalam kesempatan itu pula, sebagai bentuk perlawanan melalui media massa, tim pemenangan Jokowi-JK akhirnya juga menerbitkan Koran Al-Mihrab, sebagai penyeimbang informasi yang dikeluarkan Koran Obor Rakyat beberapa waktu lalu.
Zuhairi Misrawi juga bilang, pihaknya tidak ingin melawan keburukan informasi di media massa dengan keburukan yang sama, sehingga Al Mihrab diharapkan menjadi Koran penyeimbang dari informasi dari media yang tidak bertanggung jawab.
Diharapkan dengan terbitnya Koran tersebut masyarakat bisa mengetahui informasi secara berimbang. Karena edisi Obor Rakyat itu sudah jelas ada dari pihak istana yang juga bermain bahkan meng-kafirkan Jokowi.
“Kita tahu Tabloid Obor Rakyat telah menjelek-jelekan Jokowi, tapi kita tidak akan membalasnya dengan kejelekan. Air tuba tidak akan dibalas dengan air tuba, tetapi akan diimbanginya dengan kebaikan karena ini bagian dari demokrasi yang damai,” jelasnya.(reiza/nia)
Santri Pamekasan Deklarasi Dukung Jokowi