Tampilkan postingan dengan label FKPU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FKPU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Apa Kata Wanita Cantik Ini Soal Festival Kesenian Pesisir Utara

NADIA ISTIGHFARINI PUTRI, yang akrab disapa Putri mendukung sepenuhnya dengan diselenggarakannya Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2014 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober sampai 2 November.


Wanita cantik ini menilai, jika FKPU bagian dari usaha yang dilakukan pemerintah dalam rangka melakukan edukasi, khususnya anak muda agar lebih mencintai terhadap seni-budaya lokal yang dimiliki masing-masing kabupaten/kota yang ada di pesisir utara.


“Saya yakin, akan bertambah kecintaan kaula muda terhadap keberagaman seni-budaya yang kita miliki,” kata wanita kelahiran Sumenep, 12 Februari 1991 ini.


Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tahun angkatan 2009 ini mengungkapkan, generasi muda adalah generasi penerus kesenian lokal. Generasi muda yang harus menyelamatkan seni-budaya lokal itu.


“Generasi muda mempunyai kewajiban untuk terus melestarikan kesenian dan budaya lokasl dan jangan sampai tergantikan oleh budaya asing yang masuk ke Indonesia,” tegas wanita Host Hijab Revolution Kompas TV.(htn)



Apa Kata Wanita Cantik Ini Soal Festival Kesenian Pesisir Utara

"Pornama e Pinggir Sereng" Closing Ceremony FKPU Jatim

PortalMadura.Com, Sumenep – Menandai berakhirnya pelaksanaan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) tahun 2014 (Closing Ceremony), di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kolaborasi musik tongtong, saronen, karawitan dan topeng serta tari rokat tase’ dengan judul “Pornama e Pinggir Sereng” dipentaskan, Minggu malam (2/11/2014).


Pornama e Pinggir Sereng menceritakan tentang ritus yang lahir di bawah rembulan. Sementara, Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Sidik didaulat untuk melaksanakan ritus dari sebuah peristiwa budaya yang mendandai FKPU telah berakhir. Ritus yang dilakukan dengan cara menyiram air dari sebuah kendi (gerabah tempat air) kemudian memukulkan kendi pada perahu yang dibawa penari.


“FKPU yang dilaksanakan di Sumenep semoga menjadi perekat persaudaraan dalam upaya membangun daerah bersama-sama. Ini juga bagian ijtihat untuk mencintai kebudayaan. Tanpa adanya kebersamaan, dirasa sulit untuk menggapai keberhasilan,” kata Soengkono dalam sambutannya.


Menurut dia, Sumenep memiliki banyak potensi wisata, baik alam, tempat bersejarah maupun religi lainnya yang tidak ada di daerah lain. Oleh karenanya, ia juga berharap tidak bosan untuk selalu berkunjung ke Sumenep. “Semoga panjang umur, tahun 2015 kita bisa bertemu kembali pada FKPU di Situbondo,” pungkasnya.


Sementara, salah seorang wisatawan mancanegara, Lukas asal Polandia mengaku senang datang ke Madura, dan sudah banyak menikmati seni dan budaya yang di miliki. “Saya suka dengan kerapan sapi. Saya juga telah menikmati wisata di Sumenep. Terima kasih,” kata Lukas di arena FKPU.(htn)


Penampilan


Pada malam terakhir FKPU di Sumenep, Minggu malam (2/11/2014), ada empat penampilan yang disajikan. Berikut foto-fotonya :


3 300x184 Pornama e Pinggir Sereng Closing Ceremony FKPU Jatim Pornama e Pinggir Sereng


2 300x176 Pornama e Pinggir Sereng Closing Ceremony FKPU Jatim Pornama e Pinggir Sereng


Dinas Pariwisata Jatim 300x202 Pornama e Pinggir Sereng Closing Ceremony FKPU Jatim Persembahan Dinas Pariwisata Jatim


Kota Probolinggo1 300x186 Pornama e Pinggir Sereng Closing Ceremony FKPU Jatim Kota Probolinggo


Kota Pasuruan1 300x158 Pornama e Pinggir Sereng Closing Ceremony FKPU Jatim Kota Pasuruan


Kabupaten Lamongan 300x190 Pornama e Pinggir Sereng Closing Ceremony FKPU Jatim Kabupaten Lamongan



"Pornama e Pinggir Sereng" Closing Ceremony FKPU Jatim

Sabtu, 01 November 2014

Ada Keris Sepanjang 2 Meter di Pameran FKPU

PortalMadura.Com, Sumenep – Keris sepanjang 2 meter buatan pengrajin asal Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ada di pameran Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) di Kabupaten Sumenep.


“Keris sepanjang dua meter ini memang sengaja dibuat. Karena ada juga yang suka. Bahkan, ada yang pesan lebih panjang lagi, yakni tiga meter,” terang Taufik Rahman, Kepala Desa Aeng Tontong di stan pameran FKPU 2014 di Sumenep, Sabtu (1/11/2014).


Lama pembuatan keris tersebut membutuhkan waktu 2 pekan dan harganya dipatok Rp 2.500.000. (Dua juta lima ratus ribu rupiah). “Mahal tidaknya sebuah keris, tergantung pada kualitas besinya. Ada yang ukurannya cukup kecil, harganya bisa jauh lebih mahal,” urainya.


Desa Aeng Tongtong merupakan pusat pengrajin keris di Kabupaten Sumenep. Hampir 3.000 jiwa penduduk, 80 persen diantaranya berprofesi sebagai pengrajin keris. “Warga saya mayoritas sebagai pengrajin keris,” katanya.(htn)


keris 1 227x300 Ada Keris Sepanjang 2 Meter di Pameran FKPU Keris Sepanjang 2 Meter Buatan Pengrajin Desa Aeng Tongtong Sumenep


mermata 300x271 Ada Keris Sepanjang 2 Meter di Pameran FKPU Mermata Ikut Pameran FKPU



Ada Keris Sepanjang 2 Meter di Pameran FKPU