Tampilkan postingan dengan label Dinas Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinas Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2016

Masuk DNS, Lima Siswa di Pamekasan Dipersoalkan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Lima siswa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang sudah masuk dalam data nominasi sementara (DNS) guna mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2016 dipersoalkan. Pasalnya, terdapat beberapa persyaratan tidak lengkap dan bermasalah.
Plt Kepala Dinas...
Masuk DNS, Lima Siswa di Pamekasan Dipersoalkan

Senin, 27 Juli 2015

Ingat! Biaya Pendidikan Gratis dari Tingkat SD sampai SMA

PortalMadura.Com, Bangkalan – Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengingatkan bahwa tidak ada biaya untuk pendidikan siswa dari tingkat SD/ SMP dan SMA Sederat.
“Biaya pendidikan untuk tahun ajaran 2015-2016 gratis, kecuali biaya pendidikan yang sifatnya...
Ingat! Biaya Pendidikan Gratis dari Tingkat SD sampai SMA

Kamis, 16 Oktober 2014

Waspada! Maling Berkeliaran di Kantor Dinas Pendidikan Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Para tamu Dinas Pendidikan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur perlu waspada. Pasalnya, keamanan di kantor tersebut tidak terjamin.


Aksi pencurian helm dan jaket telah menimpa salah seorang tamu, Fathorrahman, Kepala SMP Swasta asal Kecamatan Batuputih, Sumenep, sekitar pukul 11.15 Wib, Jumat (17/10/2014).


“Saya kehilangan helm dan jaket. Padahal, saya tamu dinas, kenapa tidak ada jaminan keamanan bagi para tamu dinas,” kata Fathorrahman.


Ia mempertanyakan Kantor Dinas Pendidikan yang tidak ada Satpam-nya. “Lembaga pendidikan swasta, seperti sejumlah TK di kota sudah ada Satpam-nya, kenapa sebesar Kantor Dinas Pendidikan tidak ada Satpam-nya. Aneh kan? ketika tidak ada jaminan keamanan bagi tamu,” ujarnya geram.


Oong sapaan akrab Fathorrahman mengaku sudah minta pertanggungjawaban pihak Dinas Pendidikan. Namun, mendapat jawaban yang tidak nyaman. “Justru saya yang disalahkan ketika memberi tahu kehilangan pada pihak dinas. Kenapa ditaruk sembarangan!,” katanya menirukan salah seorang PNS dilingkungan Dinas Pendidikan Sumenep.


Ia yang pernah mewakili Sumenep sebagai pemuda pelopor ke tingkat nasional ini memarkir sepeda motornya di tempat parkir milik Dinas Pendidikan Sumenep, sekitar pukul 09.15 Wib. Pada pukul 11.15 Wib diketahui helm dan jaketnya hilang.(htn)



Waspada! Maling Berkeliaran di Kantor Dinas Pendidikan Sumenep

Senin, 04 Agustus 2014

Belum Terima Buku Panduan K13, Disdik Ganti dengan CD

PortalMadura.Com, Sumenep - Meski proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran (tapel) 2014 – 2015 sudah resmi dimulai. Namun buku penunjang kurikulum 2013 (K13) belum diterima oleh sekolah, sehingga Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur mensiasatinya dengan mengirim CD ke sejumlah sekolah.


Padahal buku K13 sangat dibutuhkan oleh sekolah, karena harus diterapkan sejak awal pemberian mata pelajaran pada siswa. Sehingga para guru yang akan memberikan mata pelajaran pada siswa kebingungan, lantaran tidak memiliki buku panduan kurikulum 2013.


“Untuk buku panduan kurikulum 2013, hingga saat ini belum kami terima, padahal sudah berkali-kali kami meminta pengiriman buku panduan tersebut, tapi apa daya hingga saat ini belum ada pengiriman,” kata A Shadik, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Senin (4/8/2014).


Penyebab keterlambatan pengiriman buku bukan disebabkan oleh keteledoran Disdik Sumenep, melainkan keteledoran dari percetakan, atau Dinas Kementrian Pendikan Pusat, sehingga buku panduan tersebut belum diterima oleh sekolah. Dan sebagai gantinya, Disdik telah memberikan CD yang berisi tentang panduan K13 berikut materi yang terdapat pada buku tersebut, sehingga proses kegiatan belajar mengajar disekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya, sementara siswa dapat memprint materi dalam CD untuk bahan bacaan dirumah.


“Karena tidak buku panduannya, ya kita siasati dengan mengirim CD yang berisi petunjuk K13, selanjutnya bisa di print oleh siswa, tidak banyak kok hanya 15 halaman,” bebernya.


Pihaknya belum bisa memastikan kapan bakal dikirim. Sebab, hal itu masih menunggu kesiapan perusahaan yang ditunjuk untuk menyediakan buku tersebut. Diprediksi pengiriman buku tersebut, akan dikirimkan pada bulan ini.


“Semua guru yang sudah mendapat pembinaan, Insyaallah siap melaksanakan kurikulum 2013, karena mereka telah mendapatkan pelatihan baik dari narasumber maupun instruktur sebelumnya,” pungkasnya.


Sedangkan jumlah guru yang sudah mendapat pembinaan sebanyak 4044, dengan rincian SD 2720 orang, SMP 1028 orang, SMA 117 orang dan SMK 179 orang. Sementara kelas yang akan menerapkan K13,  untuk SD, kurikulum itu akan diterapkan di kelas I,II ,IV dan V. Semantara untuk SMP akan diterapakan di dua kelas yakni VII dan VIII. Dan untuk tingkat SMA dan SMK, kurikulum itu akan diletakkan di kelas X dan XI.(dien/htn)



Belum Terima Buku Panduan K13, Disdik Ganti dengan CD