Tampilkan postingan dengan label Abrasi Pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abrasi Pantai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Oktober 2014

Abrasi Pantai Ancam Pulau Gili Labak

PortalMadura.com, Sumenep- Ditengah geliat wisata Pulau Gili Labak, yang mengundang ratusan wisatawan setiap bulanya. Ternyata pulau yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Pulau Tikus ini terancam tenggelam.


Hal tersebut terjadi akibat semakin terkikisnya daratan Pulau Gili Labak akibat abrasi pantai di sejumlah bagian Pulau yang masuk dalam wilayah administrasi desa Kombeng, Kecamatan Talango, Kabupaten, Sumenep, Madura, Jawa Timur.


Kepada PortalMadura.com sejumlah warga Gili Labak membenarkan jika abrasi pantai semakin mengancam, sejak satu tahun terakhir. Terlebih lagi saat musim “Barat Laut”, air laut hanya beberapa meter dari rumah penduduk.


“Sudah satu tahun ini memang air laut semakin dekat, apalagi kalau musim barat laut” ungkap Zainal (35) Salah satu warga.


Sementara itu sejumlah pelaku wisata pulau gili labak, mengkhawatirkan abrasi pantai yang terus terjadi. Dan mengancam keindahan pasir putih yang menjadi salah satu daya tarik Pulau Gili Labak.


“Abrasi pantai sudah menjadi ancaman, dan berpotensi menghilangkan pasir putih yang menjadi salah satu andalannya” ungkap Wiwid (25).


Akan tetapi, pria yang lebih dari 1 tahun menjalankan bisnis di sektor pariwisata ini mengatakan, Gili Labak masih memiliki keindahan bawah laut yang sangat cocok untuk olahrga Snorkling maupun Diving.


“Tentu kita tidak berharap Gili labak tidak memiliki pasir putih lagi, tapi disini masih ada potensi bawah laut yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan” tegasnya. (Deny) Bacaan Otak Penat http://ketoles.web.id dan Follow @ketoles
Pulau Gili Labak



Abrasi Pantai Ancam Pulau Gili Labak

Senin, 18 Agustus 2014

Ulah Penambang Liar, Abrasi Ancam Pantai Utara

PortalMadura.Com, Sumenep – Pantai utara kota Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur rusak parah akibat gencarnya aksi penambangan pasir liar yang dilakukan oleh warga Sumenep dan luar daerah.


Kondisi tersebut sangat disayangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Syaiful Barri. “Sudah waktunya pemerintah melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap penambang liar. Jika tidak, akan habis pesisir pantai utara,” tegasnya, Senin (18/8/2014).


Kondisi Pantai Utara, semisal di Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Sumenep sudah terjadi abrasi. Rumah warga tergerus air laut karena pasirnya dikeruk setiap hari. “Kondisinya memang sudah memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga pesisir,” ujarnya.


Menurut dia, pemerintah daerah jangan setengah hati dalam menegakkan hukum, karena dampaknya sudah emergensi. “Kalau dibiarkan atau setengah hati dalam menegakkan aturan, tinggal menunggu bencana lebih besar akan menimpa warga setempat,” tandasnya.


Sementara, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Sumenep, Abd. Madjid mengaku sudah seringmelakukan razia. Namun, para penambang pasir tersebut tidak jerah.


“Mereka malah gencar melakukan aksi penambangan pasir,” katanya.


Namun pihaknya tetap akan melakukan razia dan upaya lain agar masyarakat memahami terhadap bahaya yang bakal mengancam lingkungan sekitar bila penambangan pasir terus dilakukan.(dien/htn)



Ulah Penambang Liar, Abrasi Ancam Pantai Utara