Tampilkan postingan dengan label Perahu Rombongan Pengantin Hilang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perahu Rombongan Pengantin Hilang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

Masih Trauma, Saimah Sulit Ditemui Wartawan (edisi 9)

PortalMadura.Com, Sumenep – Meski berbagai upaya telah dilakukan keluarga mempelai wanita untuk mengembalikan kondisi mental Saimah, belum membuahkan hasil. Saimah binti H. Mas’ud (21),  belum bisa melupakan kenangan manis  bersama Ahmad Yani bin Mupaher (23) calon suaminya asal Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang hilang di laut menjelang pesta penikahannya.


Saimah masih sock dan tidak mau berbicara dengan siapapun, termasuk kepada sejumlah wartawan yang datang ke rumahnya untuk melakukan wawancara. Calon pengantin wanita berambut lurus dan berkulit sawo matang ini memilih mengurung diri di kamar, dan pintu kamar dikunci dari dalam. PortalMadura.Com, yang juga ingin mewawancarai melalui telepon, juga mendapatkan perlakuan yang sama.


“Mulai kemarin dia benar-benar sock atas peristiwa yang menimpa caalon suaminya. Bahkan, tidak mau makan dan tidak mau berbicara dengan siapapun. Kerjanya ya hanya mengurung diri di kamar, dan digembok dari dalam,” kata H. Mas’ud, ayah Saimah pada PortalMadura.Com, Senin (20/10/2014).


Keluarga Saimah telah berkali-kali memintanya, agar mengiklaskan kepergian Ahmad Yani (calon suaminya) dan melupakan semua kenangan manis yang pernah dilalui bersamanya. Karena peristiwa yang menimpa, bukan rekayasa dari manusia melainkan murni musibah yang bisa menimpa siapa saja, serta kapan saja.


“Ya, kami memaklumi kondisi itu, bayangkan saja, saat dia akan memasuki hari bahagia bersama calon suaminya, malah mengalami kecelakaan di laut. Tapi, kami tetap berusaha menenangkan jiwa Saimah,” imbuhnya.


Pihak keluarga besar Saimah, terus berusaha membujuk dan menemani serta mengajak untuk jalan-jalan ketempat hiburan maupun tempat rekreasi. (Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin-bersambung).



Masih Trauma, Saimah Sulit Ditemui Wartawan (edisi 9)

Saimah Berhenti Kuliah Demi Menghidupi Keluarga (edisi 8)

PortalMadura.Com, Sumenep – Saimah binti H.Mas’ud (21), calon pengantin wanita asal Desa Pamuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, terpaksa berhenti kuliah dan memilih bekerja sebagai petugas Cargo menggantikan posisi ayahnya.


Anak ke dua H.Mas’ud ini masih semester IV disebuah PTS di Bali. Namun, ia rela menjadi pekerja berat untuk menghidupi keluarganya semenjak ayahnya lumpuh sejak 8 bulan lalu.


H. Ma’ud, ayah Saimah,  yang bekerja di pusat pelayanan pengiriman barang-barang ekspor ke Denpasar Bali, terjatuh dari tangga saat menata barang-barang di atas kapal.


Akibatnya, dua kakinya retak dan berakhir lumpuh. Sehingga tidak bisa melanjutkan pekerjaannya. Sementara kebutuhan rumah tangganya terus membengkak seiring dengan tiga anaknya masih sama-sama sekolah.


“Saya terjatuh dari tangga saat menata barang diatas kapal, dan hingga sekarang kaki saya lumpuh,” kata H.Mas’ud, pada PortalMadura.Com, Minggu (19/10/2014).


Kecelakaan kerja yang menimpa H. Mas’ud, membuat perekonomian keluarganya morat-marit. Tiga buah hatinya yang masih dibangku sekolah, membutuhkan biaya cukup besar.


Selain biaya pendidikan anak-anaknya, H. Mas’ud juga dituntut memenuhi kebutuhan hidup dalam rumah tangganya. Sementara uang jaminan dari tempat bekerja, juga belum mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.


Tidak diduga, Saimah yang masih di semester IV disebuah perguruan tinggi di Bali, tiba-tiba mengambil cuti kuliah, dan bekerja di pusat jasa pengiriman barang ekspor (Cargo), menggantikan posisi bapaknya yang sudah lama ditinggalkan.


Saimah bertekad akan mengembalikan kondisi ekonomi keluarganya yang sedang terpuruk, dan rela meninggalkan bangku kuliah.


“Saya tidak tahu juga tiba-tiba Saimah berhenti kuliah, dan menggantikan posisi saya di perusahaan. Saya sempat melarang bekerja dan memintanya melanjutkan kuliah, tapi dia tetap memaksa dan tidak mengindahkan omongan saya,” kata H. Mas’ud, pada PortalMadura.Com.


Dikatakan, dirinya sudah berusaha menyuruh anaknya (Saimah, Red) agar kembali ke bangku kuliahnya, namun upayanya itu gagal karena ia tetap bersikeras bekerja untuk menupang kebutuhan hidup keluarganya.


H. Mas’ud akhirnya tidak berdaya dan membiarkan putri keduanya itu bekerja di pusat pelayanan jasa pengiriman barang-barang ekspor ke Denpasar Bali.


Disinggung upaya untuk menyembuhkan penyakitnya, H. Mas’ud mengaku sudah berupaya mendatangi berbagai rumah sakit hingga orang pintar. Namun upayanya selalu gagal dan penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.


“Memang agak susah menyembuhkan penyakit saya ini, karena bukan penyakit biasa melainkan ada urat syaraf yang kejepit, mungkin satu-satunya jalan ya harus dibawa ke dokter sayaraf,” pungkasnya. (Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin-bersambung).



Saimah Berhenti Kuliah Demi Menghidupi Keluarga (edisi 8)

Kisah Cinta Ahmad dan Saimah Berlangsung Seumur Jagung (edisi 7)

PortalMadura.Com, Sumenep – Sejak awal perkenalannya pada bulan April 2014, Ahmad Yani bin Mupaher (23), asal Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan Saimah binti H.Mas’ud (21), asal putri Pulau Dewata Bali, hari-hari mereka dilalui dengan penuh keindahan dan keceriaan.


Dua insan yang saling mencintai ini, terlihat akrab dan selalu bersama dalam suka maupun duka, mereka tampak saling memahami posisi satu sama lain, sehingga tidak pernah terlihat ada pertengkaran dalam perjalanan cintanya.


Putra Madura dengan Putri pulau Dewata Bali, terlihat serasi dan sangat cocok untuk hidup bersama, mengarungi hidup dalam bingkai rumah tangga. Untuk lebih mempererat hubungan dua insan berlainan jenis ini, pada bulan Juli 2014, calon pengantin pria meminta orang tuanya di Madura untuk melamar gadis pujaannya dengan ikatan tunangan.


Permintaan Ahmad Yani tidak ditolak oleh orang tuanya. Mupaher (23) dan ibundanya Sitti (korban PLM Jabal Nur meninggal dunia), akhirnya  datang ke rumah mempelai wanita, untuk melamar Saimah sebagai tunangan Ahmad Yani. Setelah keduanya terikat dalam bingkai pertunangan, hubungan keduanya terlihat semakin akrab, dalam sepekan mereka menyempatkan diri untuk saling bertemu. Rindupun terobati.


Hari-hari indah yang mereka lalui dalam pertunangan tidaak berlangsung lama, tiga bulan setelah itu, tepatnya awal bulan Oktober 2014, Ahmad Yani pulang ke rumah orang tuanya di pulau Raas, Sumenep, Madura, dan meminta orang tuanya kembali datang ke Bali untuk membicarakan pernikahan dengan keluarga Saimah. Meski hasrat Ahmad Yani sempat ditentang ibundanya dan disarankan agar tidak cepat-cepat menikah, namun niatnya sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat.


Orang tua Ahmad Yani akhirnya mengalah dan mendatangi keluarga Saimah di Bali, untuk membicarakan hari pernikahan putranya. Orang tua dua mempelai akhirnya sepakat menentukan hari pernikan putra-putri mereka, Selasa (7/10/2014) sekitar pukul 08.00 Wita.


“Sejak putri saya berkenalan pada bulan April 2014, 3 bulan kemudian memutuskan untuk bertunangan. Permintaan ini sudah kami turuti. Namun, tiga bulan kemudian kembali minta untuk melangsungkan akad nikah, dan permintaan ini juga kami turuti,” kata H.Mas’ud, orang tua Saimah pada PortalMadura.Com, Minggu (19/10/2014).


Namun upaya orang tua dua mempelai untuk membahagiakan putra-putrinya lewat bingkai perkawinan, tinggal kenangan. Sebab, satu hari menjelang akad nikah dilakukan, Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur yang mengangkut rombongan pengantin pria tenggelam di perairan selat Banyuwangi. Diduga, karena mesinnya mati dan perahunya menabrak karang hingga hancur berkeping-keping.


Akibatnya, 51 penumpang rombongan pengantin pria terlempar ke laut dan ditelan ombak. Beberapa korban baru ditemukan 2 hari kemudian. Hingga hari ini, Minggu (19/10/2014), 21 penumpang masih mesterius, 8 orang ditemukan selamat dan 22 orang ditemukan meninggal dunia. (Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin-bersambung)



Kisah Cinta Ahmad dan Saimah Berlangsung Seumur Jagung (edisi 7)

Sabtu, 18 Oktober 2014

Sebelum PLM Jabal Nur Tenggelam, Pengantin Pria Kirim SMS Pada Calon Istrinya (edisi 6)

PortalMadura.Com, Sumenep – Saimah binti H.Mas’ud (21), putri dewata Bali-calon istri Ahmad Yani bin Mupaher (23), asal Kepulauan Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku sempat merima pesan singkat melalui SMS dari calon suaminya yang sedang dalam perjalanan laut menuju Bali.


Ahmad Yani (23) mengabarkan, jika cuaca di tengah laut sedang tidak bersahabat dan sangat membahayakan bagi keselamatan pelayaran.


Kala itu, angin laut bertiup kencang dan ombak juga menggunung, sehingga membuat semua penumpang PLM Jabal Nur yang mencapai 51 orang (rombongan) pengantin pria ketakutan dan panik. Dalam kondisi perahu yang sudah tidak bisa dikendalikan karena mesinnya mati, Ahmad sempat mengirim pesan pada calon istrinya, Saimah.


“Isi SMSnya, Ahmad meminta Saimah agar mendoakan keselamatan dirinya bersama rombongan, katanya angin laut sangat kencang dan ombaknya juga sangat tinggi,” kata H.Mas’ud, saat di hubungi PortalMadura.Com melalui telepon, Minggu (19/10/2014).


Dalam perahu itu, sambungnya, tidak hanya ditumpangi calon menantunya beserta anggota keluarga lainnya. Melainkan ada tiga orang sepupunya, yakni Murahem, Mamah, dan satu orang yang ikut dalam rombongan tersebut.


Kesedihan dan duka dalam atas musibah yang menimpa rombongan PLM Jabal Nur tidak hanya menimpa warga Desa Brakas, Pulau Raas, Sumenep, Madura. Melainkan juga dirasakan oleh keluarga mempelai wanita yang tiga anggota keluarganya ditelan ombak.


“Bukan cuma keluarga di Sumenep yang bersedih atas musibah ini, kami berduka atas peristiwa itu, karena tiga orang sepupu ikut tenggelam, dan hanya dua orang yang ditemukan, satu orang keluarga kami masih hilang,” katanya.


Dalam peristiwa tenggelamnya PLM Jabal Nur, Senin (6/10/2014) masih 21 korban belum ditemukan, 22 meninggal dunia dan 8 orang selamat. Bahkan, jasat pengantin pria (Ahmad Yani) belum ditemukan.(Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin-bersambung).



Sebelum PLM Jabal Nur Tenggelam, Pengantin Pria Kirim SMS Pada Calon Istrinya (edisi 6)

Cinta Ditelan Ombak, Saimah Berdiam Diri di Kamar (edisi 5)

PortalMadura.Com, Sumenep – Saimah binti H.Mas’ud (21), warga Desa Pamuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, terkejut saat mendengar kabar perahu layar motor (PLM) Jabal Nur yang ditumpangi calon suaminya, Ahmad Yani (23) asal Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur hilang dalam perjalanan menuju Bali.


Calon pengantin wanita yang sudah siap-siap duduk di pelaminan bersama pujaan hatinya, spontan wajahnya murung dan berdian diri di kamar pribadinya. Kamar pengantin yang sudah dihias dengan semerbak wewangian hilang tanpa makna.


Kebagiaan dan kegembiraan yang semula terpancar  di rumah Saimah pudar dan berubah duka. Segala sesuatu yang sudah di persiapan keluarga Saimah akhirnya sia-sia, karena pengantin pria yang ditunggunya belum juga datang.


Semua keluarga mempelai wanita sedih. Para tamu yang awalnya mengucapkan selamat menempuh hidup baru, harus berubah dengan ucapan duka.


“Waktu itu, keluarga dan kerabat sudah cemas, karena hingga jadwal perahu sandar belum ada tanda-tanda perahu masuk pelabuhan,” kata Endang (30), tetangga Saimah, yang ikut mencemaskan kondisi Saimah.


Kecemasan keluarga Saimah makin bertambah, karena  hingga pukul 16.00 Wita, perahu yang membawa rombongan pengantin pria belum juga merapat ke Pelabuhan Pamuteran, Buleleng, Bali. Sedangkan akad nikah antara Ahmad Yani dengan Saimah, direncanakan di gelar Selasa pagi (7/10/2014), atau sekitar pukul 08.00 Wita.


“Akad nikah anak kami, di jadwalkan Selasa pagi atau sekitar pukul 8.00 Wita, dan pestanya akan di gelar pada Selasa malam,” Kata H.Mas’ud ayah Saimah, saat di hubungi PortalMadura.Com melalui telepon selulernya, Sabtu (18/10/2014).


Hingga saat ini, kondisi kejiwaan calon pengantin wanita masih sock dan selalu mengurung diri di kamar. Bahkan, ia juga tidak mau makan.


“Kami sekeluarga secara bergantian berusaha menghibur dengan cara mengajak jalan-jalan ke rumah famili. Kemarin, ke rumah pamannya di Denpasar, tapi tidak kerasan,” pungkas H. Mas’ud.


Duka juga masih menyelimuti keluarga pengantin pria asal Raas, Sumenep. Sebab, peristiwa tenggelamnya PLM Jabal Nur, Senin (6/10/2014) masih 21 korban belum ditemukan, 22 meninggal dunia dan 8 orang selamat. Bahkan, jasat pengantin pria (Ahmad Yani) belum ditemukan.(Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin-bersambung).



Cinta Ditelan Ombak, Saimah Berdiam Diri di Kamar (edisi 5)

Jumat, 17 Oktober 2014

Ibunda Ahmad Yani Sempat Menyarankan Agar Tidak Cepat Menikah (edisi 4)

PortalMadura.Com, Sumenep – Mupaher (53), bapak Ahmad Yani, warga Dusun Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan/pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur sempat terbelalak ketika putra pertamanya yang baru 6 bulan bekerja di Bali pulang dengan menyampaikan kisah cintanya bersama Saimah binti H.Mas’ud (21), putri asal pulau dewata Bali.


Ahmad Yani (23) dengan gamblang mengutarakan isi hatinya dan ingin segera melamar gadis pujaannya yang dikenal sejak awal kedatangannya di Bali. Namun, Sitti (almarhumah), ibu Ahmad, sempat menyarankan anaknya agar tidak keburu bertunangan, apalagi menikah. Karena, Ahmad masih muda dan baru lulus dari sebuah pesantren di Situbondo, Jawa Timur.


Disamping itu, Ahmad, baru 6 bulan bekerja sebagai cleaning service di sebuah pusat perbelanjaan di Bali. Sementara ayahnya hanya bekerja sebagai ABK PLM Jabal Nur milik H.Fathor, yang melayani penumpang lintas pulau.


“Ibu Ahmad sempat menyarankan agar tidak keburu bertunangan apalagi menikah, karena persiapannya masih belum matang. Tapi yang mau menjalani sudah ‘kebelet’,” kata Syamsul (50), warga Dusun Talango Tengah, Desa Brakas, Raas, Sumenep.


Melihat tekad dan semangat Ahmad yang sangat tinggi untuk mengarungi bahtera hidup dalam rumah tangga bersama Saimah gadis pujaannya itu, akhirnya mampu meluluhkan hati kedua orang tuanya.


“Tekad Ahmad untuk meminang Saimah sudah tidak bisa di Bendung, ya akhirnya kedua orang tuanya melamar Saimah putri H.Mas’udi di Bali,” bebernya.


Dalam acara pinangan yang dilakukan keluarga Ahmad pada keluarga Saimah di Bali, juga sangat mengejutkan. Keluarga Saimah tidak menginginkan putrinya terlalu lama bertunangan. Karena keluarga mempelai wanita, takut anak gadisnya terjerumus dalam pergaulan bebas yang sering terjadi di zaman modern.


Keluarga kedua mempelai akhirnya bersepakat menikahkan putra-putrinya dalam waktu singkat. Penentuan hari dan tanggal pernikahan mereka mulai di bahas, kedua keluarga mempelai akhirnya sepakat, jika hari pernikan bakal dilangsungkan, Selasa (7/10/2014).


Karena perjalanan dari pulau Raas ke Bali membutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan laut, maka keluarga mempelai pria berangkat lebih awal yakni pada hari Senin (6/10/2014) sekitar pukul 9.30 Wib. Dengan harapan tiba di rumah mempelai wanita sekitar pukul 15.00 Wib.


Namun siapa sangka, perahu layar motor (PLM) Jabal Nur yang mengangkut sekitar 51 orang (rombongan) pengantin pria, mengalami masalah setibanya di perairan selat Bali. Mesin perahu pengantin tiba-tiba mati dan terseret ombak hingga perairan Banyuwangi.


Celakanya lagi, pompa air yang biasa dipergunakan menguras air juga tidak berfungsi. Sehingga semua penumpang bergotong royong menguras air laut yang masuk ke perahu. Karena mesin perahu tidak kunjung hidup dan telah memasuki perairan yang kondisi ombaknya besar, PLM Jabal Nur menghantam karang dan hancur berkeping-keping.


Rombongan pengantin pun berhamburan ke laut. Beberapa penumpang baru ditemukan pada Rabu (9/10/2014) di perairan sekitar pulau Raas. Hingga hari ini, jumlah penumpang yang ditemukan baru 30 orang. Delapan (8) penumpang ditemukan selamat, 22 penumpang ditemukan meninggal, sedangkan 21 orang penumpang termasuk pengantin pria beserta ayahnya, masih misterius. (Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin-bersambung).



Ibunda Ahmad Yani Sempat Menyarankan Agar Tidak Cepat Menikah (edisi 4)

Ahmad Yani Bekerja Sebagai Cleaning Service Untuk Melamar Saimah (edisi 3)

PortalMadura.Com, Sumenep – Tekad Ahmad Yani bin Mupaher (23), asal Pulau/Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk mengarungi biduk rumah tangga bersama Saimah binti H.Mas’ud, putri pulau Dewata, sungguh patut diteladani.


Cinta pemuda lajang yang baru lulus dari sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Situbondo 7 bulan lalu pada kekasihnya yang juga lulusan pesantren yang sama, tidak mudah untuk dipisahkan.


Meskipun akhirnya harus berselimut duka dalam setelah PLM Jabal Nur yang ditumpangi tenggelam bersama 51 orang (rombongan) pengantin pria, Senin (6/10/2014).


Ahmad rela berprofesi sebagai cleaning service disebuah mall di daerah Kuta. ia bekerja siang malam demi mengumpulkan uang untuk biaya melamar Saimah pujaan hatinya yang dikenal 6 bulan sebelumnya.


“Ahmad bekerja sebagai cleaning service di sebuah mall di daerah Kuta, dan kemarin sudah cek kebenarannya pada bosnya, ternyata memang benar ia bekerja disana,” kata Syaifurrijal (33), warga Raas yang sudah lama menetap di Bali.


Ahmad tergolong pemuda gigih dalam bekerja, sejak diterima sebagai cleaning service di pusat pembelanjaan itu, tidak pernah absen. Ia bekerja siang malam tanpa mengambil cuti, demi melamar idaman hatinya.


Selain ingin mengumpulkan uang banyak, Ahmad juga ingin membuktikan pada kekasihnya terututama pada keluarganya, bahwa cintanya tidak main-main. Ia siap membuktikan cintanya lewat jalinan tali perkawinan.


“Ahmad tergolong pekerja keras, kata bosnya, ia tidak pernah absen walau hanya sehari. Bahkan malam hari ia masih menyempatkan lembur, tapi seminggu menjelang pernikahannya, ia pamit dan mengundurkan diri,” katanya.


Menjelang hari pernikahannya, Ahmad Yani berangkat bersama rombongan dengan menggunakan PLM Jabal Nur dari Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Sumenep. Namun, Yang Maha Kuasa berkehendak lain, perahu itu tenggelam. Semua penumpang yang mencapai 51 orang terlempar ke laut dan hilang, Senin (6/10/2014).


Hingga, Sabtu (18/10/2014), masih 21 korban belum ditemukan, 22 meninggal dunia dan 8 orang selamat. (Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin-bersambung).



Ahmad Yani Bekerja Sebagai Cleaning Service Untuk Melamar Saimah (edisi 3)

Jumat, 10 Oktober 2014

Bupati Sumenep Silaturrahmi Dengan Warga Desa Jungkat

PortalMadura.Com, Sumenep – Bupati Sumenep A Busyro Karim melakukan silaturrahmi tidak formal dengan warga Desa Jungkat, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat malam (10/10/2014).


Silaturrahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga lainnya itu, bupati menyampaikan harapan agar para nelayan maupun masyarakat lainnya agar menggunakan pelambung ketika akan menggunakan transportasi laut.


“Menggunakan pelampung itu bagian dari usaha untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Buyro.


Selain itu, bupati juga meminta masukan dari warga seputar potensi yang bisa diangkat untuk disandingkan dengan program pemerintah. “Potensi apa saja yang ada disini, mari kita sandingkan dengan program pemerintah, sehingga mampu mengangkat kesejehteraan masyarakat disini,” ujarnya.


Silaturrahmi yang ditempatkan di rumah warga tersebut terlihat penuh keakraban. Warga pun bebas menyampaikan keinginannya yang berkaitan dengan pemanfaatan potensi lokal tersebut.(hms/htn)



Bupati Sumenep Silaturrahmi Dengan Warga Desa Jungkat

Tak Membuahkan Hasil, 10 Perahu Nelayan Lakukan Pencarian Korban PLM Jabal Nur

PortalMadura.Com, Sumenep – Pencarian yang dilakukan oleh 10 perahu nelayan asal Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terhadap korban PLM Jabal Nur pada hari kelima sejak dinyatakan hilang, Senin (6/10/2014) tidak membuahkan hasil.


“Pencarian hari ini tidak membuahkan hasil,” terang Samsul, warga Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (10/10/2014).


Nelayan Desa Ketupat, Raas hari ini hanya menemukan sebuah sekoci yang diduga milik PLM Jabal Nur dan sempat digunakan oleh salah seorang penumpang, Hamdan yang dinyatakan selamat.


Sebelumnya, Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur yang membawa rombongan pengantin pria, Ahmad (22) dari Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur dinyatakan hilang sejak, Senin (6/10/2014). Komunikasi salah seorang penumpang dengan keluarganya berlangsung sekitar pukul 15.00 Wib dan mengabarkan jika perahu bermasalah dan mesinnya mati.


Akibatnya, perahu bergerak sesuai dengan arah angin yakni ke perairan Banyuwangi-Situbondo, Jawa Timur, hingga akhirnya dinyatakan hilang. Rencananya, PLM Jabal Nur yang membawa 51 orang penumpang itu hendak ke Bali dalam rangka melangsungkan akat nikah antara pengantin pria Ahmad (22) dengan kekasihnya, Saimah di Pemuteran, Buleleng, Bali.(dien/htn)



Tak Membuahkan Hasil, 10 Perahu Nelayan Lakukan Pencarian Korban PLM Jabal Nur

Kamis, 09 Oktober 2014

Angin Kencang, Nelayan Ketupat Gagal Bantu Pencarian Rombongan Pengantin Hilang

PortalMadura.Com, Sumenep – Sepuluh perahu milik nelayan warga Desa Ketupat, Kecamataan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur gagal untuk membantu pencarian terhadap korban perahu rombogan pengantin yang dinyatakan hilang sejak, Senin (6/10/2014).


“Angin kencang sekali dan sangat membahayakan bila dipaksa berlayar,” kata Hadar, nelayan asal Desa Ketupat, Kecamatan Raas, Sumenep.


Para nelayan sempat berada di masing-masing perahunya. Namun, kondisi ombak dan angin kencang membuat nelayan memutuskan tidak berlayar. “Kami ingin membantu melakukan pencarian korban, tetapi cuaca tidak mendukung,” tandasnya.


Sebelumnya, calon pengantin pria, Ahmad (22) hendak melangsungkan akat nikah dengan kekasihnya, Saimah di Pemuteran, Buleleng, Bali. Rombongan pengantin menggunakan Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah dengan membawa 49 jiwa (versi lain 76 orang) dari Pulau Raas menuju Bali.


Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan bergerak ikut arah angin ke perairan Banyuwangi-Situbondo, Senin (6/10/2014).


Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarganya di Rass sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi.


Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI AL. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi.


Pencarian yang dilakukan para nelayan Pulau Raas membuahkan hasil. Hingga, Rabu petang (8/10/2014) korban ditemukan sebanyak 26 orang, dan 17 diantaranya meninggal dunia. (dein/htn)



Angin Kencang, Nelayan Ketupat Gagal Bantu Pencarian Rombongan Pengantin Hilang

Selasa, 07 Oktober 2014

PLM Jabar Nur Separuh Tenggelam, Rombongan Pengantin Baru Bisa Telepon

PortalMadura.Com, Sumenep – Hamdan (36), salah seorang yang ikut dalam rombongan pengantin yang menggunakan Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur atau Mutiara Indah baru bisa mengabarkan pada keluarganya jika perahu sedang bermasalah pada saat posisi perahu sudah separuh tenggelam.


“Hamdan, teman saya, baru bisa menghubungi saat kondisi perahu sudah separuh tenggelam. Saat telepon, Hamdan sedang memanjat tiang perahu agar Hp-nya tidak basah,” kata Supriadi (35), sahabat Hamdan, warga Dusun Talango Tengah, Desa Brakas, Raas, Rabu (8/10/2014)


Hamdan melakukan komunikasi via telepon, sekitar pukul 15.00 Wib, Senin (6/10/2014) dengan menggunakan nomor handphone 085 232 810 018. “Saya menerima telepon dari Hamdan saat ada di rumah. Beberapa saat kemudian tidak bisa dihubungi lagi,” terangnya.


Isi pembicaraan sangat singkat, Hamdan hanya memberitahu jika perahu yang ditumpangi bermasalah yakni mesin mati dan tidak bisa diperbaiki, sehingga perahu bergerak sesuai dengan arah angin. Mesin pompa air juga tidak berfungsi. “Saat itu menyampaikan, jika posisi perahu ada di perairan Banyuwangi,” kata Supriadi.


Sumber lain menyebutkan, PLM Jabal Nur yang mengangkut rombongan pengaten dari pelabuhan Brakas menuju pulau Dewata Bali, dinahkodai H. Muhed (50), warga Dusun Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan/pulau Raas, dengan ABK Mupaher (55) ayah mempelai pria.


Sebelumnya, calon pengantin pria, Ahmad (22) hendak melangsungkan akat nikah dengan kekasihnya, Saimah di Pemuteran, Buleleng, Bali. Rombongan pengantin menggunakan Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah dengan membawa 49 jiwa (versi lain 76 orang) dari Pulau Raas menuju Bali. Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan bergerak ikut arah angin ke perairan Banyuwangi-Situbondo, Senin (6/10/2014).


Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarganya di Rass sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi.


Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI AL. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi. Namun, hingga Selasa petang (7/10/2014) belum diketahui keberadaan perahu maupun para penumpangnya.(dien/htn)



PLM Jabar Nur Separuh Tenggelam, Rombongan Pengantin Baru Bisa Telepon

4 Rumah Tak Berpenghuni, Anggota Keluarga Ikut Rombongan Pengantin Hilang di Laut

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebanyak empat KK yang menempati empat rumah dengan sepuluh orang penghuni di rumah tersebut ikut perahu rombongan pengantin yang dinyatakan hilang sejak Senin (6/10/2014). Empat rumah tersebut kini tak berpenghuni.


“Penghuni di empat rumah itu, keluarga dekat pengantin pria,” kata Sugiyanto (32), warga pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (8/10/2014).


Posisi rumah berjajar dengan rumah calon pengantin Ahmad (22) di Dusun Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan/pulau Raas, Sumenep. Pemilik empat rumah tersebut adalah Mupaher (dihuni 3 orang), Hamdan (dihuni 3 orang), H. Munif (dihuni 2 orang) dan Hj. Fatimatun (dihuni 2 orang).


Sebelumnya, calon pengantin pria, Ahmad (22) hendak melangsungkan akat nikah dengan kekasihnya, Saimah di Pemuteran, Buleleng, Bali. Rombongan pengantin menggunakan Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah dengan membawa 49 jiwa (versi lain 76 orang) dari Pulau Raas menuju Bali. Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan bergerak ikut arah angin ke perairan Banyuwangi-Situbondo, Senin (6/10/2014).


Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarganya di Rass sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi.


Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI AL. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi. Namun, hingga Selasa petang (7/10/2014) belum diketahui keberadaan perahu maupun para penumpangnya.(dien/htn)



4 Rumah Tak Berpenghuni, Anggota Keluarga Ikut Rombongan Pengantin Hilang di Laut

Keluarga Rombongan Pengantin Hilang di Laut Menggelar Doa Keselamatan

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Desa Ketupat, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar doa bersama untuk keselamatan Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur atau Mutiara Indah yang membawa rombongan pengantin yang dinyatakan hilang di perairan Banyuwangi-Situbondo.


“Kami mendoakan rombongan pengantin selamat dan segera ada petunjuk,” kata salah seorang tokoh agama, Ustadz Sami’uddin (50), yang juga Ketua Paguyuban ILHAMY pada wartawan, Selasa malam (7/10/2014).


Masyarakat dari berbagai desa, semisal warga Desa Brakas juga bergabung dan ikut membaca Salawat Nariyah, Surat Yasin, dan membaca Tahlil. “Semoag Allah mengampuni dosa-dosa kami dan semua rombongan pengantin,” ujarnya.


Sebelumnya, Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah membawa rombongan pengantin dari Pulau Raas menuju Bali. Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan ikut arah angin ke perairan Banyuwangi, Senin (6/10/2014).


Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarga sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi. Keberadaan Perahu Rombongan Pengantin Masih Misterius


Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi. Namun, hingga Selasa petang (7/10/2014) belum diketahui keberadaan perahu maupun para penumpangnya. Cuaca Buruk, 9 Perahu Hentikan Pencarian Rombongan Pengantin. (dein/htn)



Keluarga Rombongan Pengantin Hilang di Laut Menggelar Doa Keselamatan

Dinyatakan Hilang, Keluarga Penumpang Rombongan Pengantin Shock

PortalMadura.Com, Sumenep – Keluarga rombongan pengantin shock ketika mendengar perahu layar motor (PLM) Jabal Nur atau Mutiara Indah dinyatakan hilang dan belum diketahui rimbanya.


“Para keluarga rombongan histeris dan schok saat tahu perahu dinyatakan hilang,” kata Fauzi (30), warga pulau Raas, Selasa (7/10/2014).


Salah satu anak yang sangat terpukul dengan peristiwa tersebut yakni Yasmi Azizah (14), putri dari Jumani dan cucu dari Hj Punama, warga Dusun Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan/pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur.


“Ibunya (Jumani, red) dan Neneknya (Hj Punama, red) ikut dalam rombongan pengantin itu. Azizah shock dan sering pingsan dan selalu memanggil-manggil ibu dan neneknya,” katanya.


Siswi yang masih duduk  di bangku kelas II MTs Pondok Pesantren Sirajul Ahyar, Desa Alas Malang, Kecamatan Raas, Sumenep itu, sejak Selasa pagi (7/10/2014) sulit diajak bicara dan tidak masuk sekolah.


Sebelumnya, Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah membawa rombongan pengantin dari Pulau Raas menuju Bali. Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan ikut arah angin ke perairan Banyuwangi, Senin (6/10/2014).


Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarga sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi.


Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi. Namun, hingga Selasa petang (7/10/2014) belum diketahui keberadaan perahu maupun para penumpangnya.(dein/htn)



Dinyatakan Hilang, Keluarga Penumpang Rombongan Pengantin Shock

Cuaca Buruk, 9 Perahu Hentikan Pencarian Rombongan Pengantin Hilang

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebanyak sembilan perahu nelayan asal Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menghentikan pencarian terhadap PLM Jabal Nur atau Mutiara Indah yang membawa rombongan pengantin dan dinyatakan hilang.


“Pencarian akan dilakukan kembali besok. Sekaran sudah tidak memungkinkan karena gelap dan cuaca kurang bersahabat,”  kata H Syamsul (50), yang memperbantukan dua perahunya mencari  perahu layar motor (PLM) Jabal Nur, Selasa (7/10/2014).


Ia mengaku satu perahu ditambatkan di Pelabuhan Bali dan perahu nelayan lainnya ditambatkan di Pelabuhan Jangkar. “Semoga besok cuaca bagus dan segera menemukan perahu dan rombongan,” harapnya.


Sebelumnya, Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah membawa rombongan pengantin dari Pulau Raas menuju Bali. Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan ikut arah angin ke perairan Banyuwangi, Senin (6/10/2014).


Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarga sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi. Keberadaan Perahu Rombongan Pengantin Masih Misterius


Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi. Namun, hingga Selasa petang (7/10/2014) belum diketahui keberadaan perahu maupun para penumpangnya.(dein/htn)



Cuaca Buruk, 9 Perahu Hentikan Pencarian Rombongan Pengantin Hilang

Keberadaan Perahu Rombongan Pengantin Masih Misterius

PortalMadura.Com, Sumenep – Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah yang membawa rombongan pengantin dari Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur menuju Bali belum diketahui keberadaannya.


Meski pihak Satpolair Kalianget Sumenep, Situbondo dan dibantu oleh TNI serta nelayan melakukan penyisiran di selat Bali, Banyuwangi dan Sumenep tidak ada tanda-tanda posisi perahu maupun para penumpangnya yang diperkirakan mencapai 49 orang (bukan 72 orang).


“Belum ada kabar dimana posisi perahu yang membawa rombongan pengantin itu,” kata Moh. Warsono, Camat Pulau Arjasa, Sumenep, Jawa Timur pada wartawan, Selasa (7/10/2014).


Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko juga mengaku belum mendapatkan laporan keberadaan perahu tersebut. Koordinasi dengan Polres Situbondo dan Banyuwangi sudah dilakukan. Bahkan, pihaknya juga melaporankan pada Polair Polda Jatim. “Belum mendapat kabar keberadaan perahu itu,” kata Marjoko.


Sebelumnya, Perahu Layar Motor (PLM) Jabar Nur atau Mutiara Indah membawa rombongan pengantin dari Pulau Raas menuju Bali. Namun, sebelum sampai di perairan Bali, mesin perahu mati hingga akhirnya perahu terhempas dan ikut arah angin ke perairan Banyuwangi, Senin (6/10/2014).


Kontak terakhir salah seorang penumpang perahu via telepon dengan keluarga sekitar pukul 15.00 Wib. Beberapa saat kemudian, tidak dapat dihubungi lagi. Pompa air milik perahu juga rusak, sehingga air yang masuk kedalam perahu sulit diatasi.


Keluarga korban berusaha minta bantuan Satpolair Situbondo dan Banyuwangi, serta TNI. Bahkan, Polair Kalianget, Sumenep juga menyisir perairan Pulau Sapudi. Namun, hingga Selasa petang (7/10/2014) belum diketahui keberadaan perahu maupun para penumpangnya.(dein/htn)



Keberadaan Perahu Rombongan Pengantin Masih Misterius

Cari Rombongan Pengantin, Polair Sumenep Sisir Perairan Pulau Sapudi

PortalMadura.Com, Sumenep – Pihak Polair Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur juga melakukan pencarian terhadap rombongan pengantin yang diduga hilang di perairan dekat Banyuwangi, Jawa Timur.


Dengan menggunakan kapal milik Polair, para petugas menyisir perairan Pulau Sapudi dan sekitarnya, yakni sesuai dengan arah angin yang menuju ke utara.


“Kami juga menyisir perairan Pulau Sapudi. Karena, bisa saja korban itu ke arah perairan Sapudi sesuai dengan arah angin saat ini yang menuju ke utara,” terang Kasat Polair Sumenep, AKP Muhardi, SH, Selasa (7/10/2014).


Ia juga berharap, warga nelayan yang menemukan rombongan PLM Jabar Nur atau Mutiara Indah tersebut secepatnya menginformasikan pada petugas terdekat.


“Kami juga melakukan koordinasi dengan Polair Situbondo. Karena, perahu rombongan hilang diduga lebih dekat ke Banyuwangi,” tandasnya.


PLM Jabal Nur atau Mutiara Indah yang membawa rombongan pengantin dari Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur sebanyak 49 orang hilang dan kehilangan kontak dengan keluarganya sejak, Senin (6/10/2014). Rombongan hendak menuju Pulau Bali. Namun, sebelum masuk perairan Bali mesin perahu mati.


Kontak terakhir via telepon dengan keluarga pada pukul 15.00 Wib. Posisi perahu saat itu sudah terhempas angin ke perairan Banyuwangi Jawa Timur. Beberapa saat kemudian sudah tidak dapat dihubungi. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk minta bantuan Satpolair Situbondo dan TNI. Puluhan nelayan Raas juga ikut menyisir perairan tersebut. Hingga saat ini, posisi perahu belum diketahui dan tidak ada tanda-tanda ditemukan. (htn)



Cari Rombongan Pengantin, Polair Sumenep Sisir Perairan Pulau Sapudi

Senin, 06 Oktober 2014

Nama-Nama Rombongan Pengantin Yang Hilang Di Laut

PortalMadura.Com, Sumenep – Nama-nama orang yang ikut dalam rombongan pengantin dalam Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur :


Jenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang dan Perempuan 21 orang. Sedangkan anak-anak sebanyak 11 orang. Total penumpang 49 orang.


Penumpang Laki-laki :


-H. Munib

– Mupaher

-Lamsuri

-H. Aten

-Asnawi

-Udin

-Hudari

-Hayat

-Ahmad (calon mempelai)

-Hamdan

-Israna

-Murahem

-Ach. Zaini

-Ahyari

-Asy’ari-

H. Suno

-Siddiq.


Penumpang perempuan:


-Hj. Ruhani

-Saina

-Raksiya

-Asrawiya

-Puhawe

-Mama

-Hj. Punama

-Hj. Asma

-Hj. Fatimatun

-Sitti

-Lutfiana

-Mariani

-Maseni

-Mohawi

-Rusna

-Liyema

-Jumani

-Isnaini

-Ennong

-Maskiya

-Hosmaini.


Penumpang anak-anak :


-Irul

-Rio

-Puji

-Fita

-Ragil

-Elok

-Sinta

-Danil

-Windi

-Andik

-Ahmad.



Nama-Nama Rombongan Pengantin Yang Hilang Di Laut

Keluarga Rombongan Pengantin Hilang Di Laut Minta Bantuan Polair Situbondo

PortalMadura.Com, Sumenep – Keluarga rombongan pengantin yang hilang di tengah laut minta bantuan Satpolair Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi, Jawa Timur.


Permintaan tersebut atas dasar diduga kuat perahu Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur terhempas angin ke perairan Situbondo atau Banyuwangi.


“Arah angin ke Situbondo dan Banyuwangi, makanya kami minta bantuan aparat disana, termasuk menghubungi TNI,” terang Fauzi Muhfar (30), pemuda Pulau Raas, Sumenep yang keluarganya ikut dalam rombongan, Selasa (7/10/2014).


Sejak kemarin, pihak Polair, TNI, serta nelayan asal pulau Raas Sumenep langsung  melakukan pencarian disekitar lokasi kejadian. Namun hingga hari ini belum ada tanda ditemukannya perahu yang hilang tersebut.


“Puluhan nelayan dari pulau Raas berangkat ke perairan Banyuwangi, untuk membantu pencarian perahu pengangkut pengantin yang hilang itu,” tandasnya.(dien/htn)



Keluarga Rombongan Pengantin Hilang Di Laut Minta Bantuan Polair Situbondo