Selasa, 26 Agustus 2014

Update "Perampokan Bos Kecil", Peluru Yang Bersarang di Mobil Avanza Diduga Senpi Rakitan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Hasil tim laboratorium forensik Polda Jatim, senjata api (Senpi) yang digunakan pelaku “Perampokan Bos Kecil” dan bersarang di mobil Avanza yang ditumpangi korban diduga kuat jenis senpi rakitan.


“Proyektil yang ditemukan di dalam mobil tidak ada alurnya. Kalau senpi organik pelurunya ada bekas alur,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono, saat berkunjung ke Polres Bangkalan, Madura, Selasa (26/8/2014).


Untuk mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa Ruspandi (25) warga Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan pihaknya berjanji akan memback up penuh. “Kasus ini kita back up,” tegasnya.


Polres Bangkalan masih memburu dua orang saksi yang merupakan teman korban. Saat kejadian, keduanya melarikan diri dari mobil yang ditumpangi.


Sebelumnya, sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi M 832 HB ditembak di wilayah Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tepatnya arah Jalan Tanah Merah menuju Geger sekitar pukul 20.00 Wib, Minggu (24/8/2014). Hingga akhirnya korban tewas akibat sabetan senjata tajam palaku.


Di dalam mobil tersebut terdapat empat (4) orang. Salah satunya, korban yang awalnya ada di jok tengah, namun pada saat kejadian berusaha pinda ke tempat supir hingga tewas dibantai.


Sedangkan dua orang yang duduk di depan, saat ini sedang melarikan diri. Satu orang lainnya selamat setelah bersembunyi di jok mobil bagian tengah dengan cara tiarap ketika mendapat serangan dari pelaku.


Fakta lain yang ditemukan polisi yakni ada bekas peluru dan satu proyektil yang mengara pada kaca mobil bagian belakang dan kanan depan samping kursi supir.(atc/htn)



Update "Perampokan Bos Kecil", Peluru Yang Bersarang di Mobil Avanza Diduga Senpi Rakitan

Upal Buat Bayar Pajak, Warga Sumenep Digelandang Polisi

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berinisial MD (40) harus berurusan dengan aparat kepolisian setempat setelah tertangkap tangan membayar pajak kendaraan bermotor dengan uang palsu (Upal).


“Tersangka hendak membayar pajak dua kendaraan milik tetangganya dengan uang palsu di Kantor Samsat. Uangnya diduga palsu, langsung diamankan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sumenep, AKP Bambang Suprianto, Selasa (26/8/2014).


Dia menjelaskan, pelaku membayar pajak dengan uang 9 lembar pecahan 50 ribuan dan 100 ribuan. Salah satu diantaranya, terdapat pecahan 100 ribuan yang diduga palsu. “Setelah dideteksi dengan alat, ternyata benar uang itu ada yang palsu,” ujarnya.


Pengakuan tersangka, uang tersebut didapat dari orang yang minta tolong untuk membayar pajak kendaraannya. “Pengakuan ini masih didalami, bisa saja uang itu memang benar-benar milik pelaku,” tandasnya.(dien/htn)



Upal Buat Bayar Pajak, Warga Sumenep Digelandang Polisi

Fasilitas Kerja Dewan "Raib", Hari Pertama Masuk Kerja Kelimpungan

PortalMadura.Com, Sumenep – Hari pertama masuk kerja Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang Mohammad Nasir dikejutkan dengan fasilitas kerja di ruangannya tidak tersedia. Semisal, fasilitas kantor dan alat penunjang kinerja Ketua DPRD.


“Informasi yang diterima dari sekretariat, ruangan ini seharusnya dilengkapi dengan penunjang kerja seperti laptop, rak buku hingga televisi,” ujar Mohammad Nasir, Selasa (26/8/2014).


Terpisah, Sekretaris DPRD Kabupaten Sampang Sudarmantor mengaku akan menanyakan kepada Wakil Ketua Dewan yang lama.


“Kalau misalnya anggota dewan lama ikut menyimpan, kami akan minta segera mengembalikan semua fasilitas kantor itu,” tandasnya.(lora/nia)



Fasilitas Kerja Dewan "Raib", Hari Pertama Masuk Kerja Kelimpungan

Polres Pamekasan Sebar Peringatan Curanmor

PortalMadura.Com, Pamekasan – Ditengah maraknya pencurian sepeda motor (Curanmor) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Polres setempat dituntut kerja ekstra. Disamping memburu para pelaku juga terus waspada agar tidak terus kecolongan.


Di samping polres sudah membentuk tim khusus menangani maraknya curanmor, aparat kepolisian juga menyebarkan peringatan maraknya curanmor di Kota Gerbang Salam itu.


Peringatan itu di tempelkan di kayu sepanjang jalan di seputaran monomen Arek Lancor, dengan kalimat yang berbeda. Adanya yang bertuliskan : Awas hati-hati maling motor marak, ada pula yang mengingatkan agar menggunakan kunci ganda saat memarkir kedaraan.


Selama bulan Agustus ini sudah ada beberapa kasus curanmor di Pamekasan yang pelakunya belum terungkap. Yang terbaru kasus terakhir kemarin sepeda motor Jenis Supra X125 warna hitam Nopol M 2622 AY milik Siti Romlah hilang dicuri di Desa Sentol Kecamatan Pademawu.


Seentara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman melalui Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang akan bertugas untuk menangani maraknya Curanmor itu.


Tim tersebut, kata dia, nantinya akan bertugas untuk mengungkap dan menangkap pelaku yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Pendidikan itu.


“Khusus untuk Curanmor, Kita sudah membuat timsus. Untuk hasilnya saya mohon waktu agar bersabar,” katanya.


Dikatakan, untuk mengungkap dan menangkap pelaku pencurian sepeda motor itu memang membutuhkan waktu panjang, sehingga ia berharap semua pihak untuk bersabar.


Polisi, kata dia, masih terus bekerja dan melakukan pengembangan untuk mengungkap dan menangkap para pelaku Curanmor itu.


“Saya sangat mengerti sekali dinamika yang terjadi di masyarakat. Pak Kapolres juga sudah langsung memerintahkan kepada pak Waka dan kepada saya, agar membentuk timsus dan sekarang sudah bergerak,” jelasnya.(reiza/nia)



Polres Pamekasan Sebar Peringatan Curanmor

Senin, 25 Agustus 2014

2014, TKI Sumenep Dideportasi Capai 201 Orang

PortalMadura.com, Sumenep – Sejak bulan Januari-Agustus 2014, sedikitnya 201 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumenep yang dideportasi dari Malaysia.


“Sejak Januari hingga sekarang, total TKI ilegal yang dideportasi sebanyak 201 orang,” kata Sukirman, Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep, Selasa (26/8/2014).


Sukirman menyatakan, dari 201 orang TKI itu, 151 orang yang dideportasi dari Malaysia. Sedangkan 50 orang lainnya calon TKI yang digerebeg polisi sebelum diberangkatkan ke Malaysia karena diketahui tidak memiliki dokumen lengkap di Surabaya.


“Mereka berasal dari tiga kepulauan/kecamatan yakni Kangayan, Sapeken dan Arjasa,” ujarnya.(arif/nia)



2014, TKI Sumenep Dideportasi Capai 201 Orang

Vaksinasi JCH Sumenep Dipungut Biaya

PortalMadura.Com, Sumenep – Vaksinasi menginitis dan influenza bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Sumenep, Madura, Jawa Timur dipungut biaya, masing-masing JCH sebesar Rp150 ribu.


“Kalau hanya vaksin menginitis gratis karena sudah dibiayai pemerintah, tapi kan JCH ini juga diberi vaksi influenza, makanya harus bayar,” ungkap Dwi Regnani, Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), Dinas Kesehatan Sumenep, Selasa (26/8/2014).


Menurutnya, vaksin infuelza tersebut tidak diwajibkan bagi JCH melainkan hanya dihimbau agar para JCH kebal dari firus, namun para JCH rupanya banyak yang mengikuti vaksinasi influeanza itu.


“Kalau vaksin influenza sifatnya himbauan, tapi kalau menginitis wajib,” ujarnya.


Sebanyak 533 JCH asal Sumenep saat ini sedang mengikuti proses vaksinasi di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah jalan Trunojoyo Sumenep.(arif/nia)



Vaksinasi JCH Sumenep Dipungut Biaya

JCH Sumenep Mengikuti Vaksinasi Menginitis dan Influenza

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebanyak 533 Jamaah Calon Haji (JCH) Sumenep, Madura, Jawa Timur mengikuti proses vaksinasi menginitis dan influenza, Selasa (26/8/2014).


“Semua calon jamaah haji hari ini proses mengikuti vaksinasi menginitis dan influenza,” kata Dwi Regnani, Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), Dinas Kesehatan Sumenep, Selasa (26/8/2014).


Menurutnya, sejak tahun 2006, setiap jamaah haji dari berbagai negara, baik negara endemis maupun tidak diwajibkan memberi vaksin terhadap jamaah haji sebelum berangkat.


“Vaksin ini kan untuk kekebalan tubuh dari firus, jadi setiap jamaah haji diwajibkan diberi vaksin dulu sebelum berangkat ke tanah suci,” ujarnya.


Hingga saat ini, proses vaksinasi bagi CJH terus berlangsung di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah, jalan Trunojoyo Sumenep.(arif/nia)



JCH Sumenep Mengikuti Vaksinasi Menginitis dan Influenza