Kamis, 26 Juni 2014

"Jum'at Terakhir", Warga Sumenep Ziarah Makam Leluhur

PortalMadura.Com, Sumenep – Menjelang bulan puasa Ramadlan 1435 H, warga Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan ziarah ke makam leluhur keluarganya di pemakaman umum setempat .


Hal ini, menjadi tradisi bagi masyarakat Sumenep dengan Istilah Jum’at Terakhir sebelum masuk bulan Ramadlan yakni pada hari Kamis sore ‘mengirim’ doa dan menabur bunga ke makam leluhurnya.


“Ada istilah Jum’at Terahkir menjelang puasa, dimana masyarakat Sumenep berziarah ke kuburan sanak keluarganya di hari Kamis sore,” terang Fara (22), warga Pajagalan, Kota Sumenep, Kamis (26/6/2014).


Saat berziarah ke kuburan (makam), mereka melakukan aktifitas layaknya berziarah pada umumnya yakni membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an seperti surat Yasin dan Al-Fatihah yang fahalanya dikhususkan kepada arwah keluarganya.


“Kami mendoakan leluhur yang sudah ada di alam sana,” tandasnya.(arif/htn)



"Jum'at Terakhir", Warga Sumenep Ziarah Makam Leluhur

Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi DPRD Bangkalan Gagal Dilaksanakan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bangkalan “gagal” dilaksanakan.  Pasalnya anggota Dewan yang hadir berdasarkan presensi sidang hanya 16 orang.  Sedangkan jumlah kehadiran secara fisik bahkan hanya sekitar tujuh orang saja. “Hal ini (ketidak-hadiran anggota red.) jelas tidak bisa dipaksakan untuk dilanjutkan,” cetus H. Ismail Hasan, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kab. Bangkalan, Kamis (26/6/2014).


Rapat Paripurna yang sedianya akan dimulai pukul 13.00 WIB ini molor hingga pukul 15.00 WIB. Kursi-kursi melompong nampak di deretan anggota DPRD Kab. Bangkalan. Sedangkan kursi undangan eksekutif terisi penuh.


“Kami sangat menyayangkan kondisi ini.  Jangan hanya karena mau habis masa jabatannya, lantas kinerja anggota Dewan menjadi malas-malasan,” sesal Ismail Hasan.  Sampai detik ini, lanjutnya, mereka (anggota Dewan periode 200 – 2014 red.) masih menjabat sebagai Anggota legislatif hingga pelantikan Anggota baru Agustus mendatang. “Harusnya mereka bersikap profesional dan tertib administratif,” harap Ismail. “Bisa jadi ada sebuah upaya pemboikotan agar upaya-upaya legislasi saat ini gagal,” ungkap Ismail.


Akhirnya Sidang paripurna “dibubarkan” tepat pukul 15.00 WIB.  “Kami akan rumuskan ulang untuk me-rescheduling jadwal penyampaian PU ini nantinya,” pungkas Ismail.(dit/nia)



Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi DPRD Bangkalan Gagal Dilaksanakan

Dendam Asmara, Nyawa Melayang

PortalMadura.Com, Pamekasan – Supandi (48) warga Desa Tlageh Kecamatan Pegantenan Pamekasan, Madura, Jawa Timur tewas setelah dianiaya oleh Hosnan (45) yang masih satu desa dengan korban. Tempat kejadiannnya di di Desa Lebek Kec Pakong di depan sebuah toko.


Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Siti Maiyatun mengatakan, pada saat kejadian korban sedang duduk di depan toko dan tiba-tiba tersangka datang dan langsung melukai korban dengan sebuah celurit. Akibatnya korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP).


Menurut Maryatun, motif penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu lantaran dendam asmara karena diduga korban menjalin hubungan serius dengan istri tersangka.


“Hasil introgasi tersangka, karena dendam kepada korban sebab istrinya diduga selingkuh dengan korban. Dan penganiayaan itu nampaknya sudah lama direncanakan,” katanya, Kamis (26/6/2014).


Barang bukti yang diamankan celurit dan baju korban yang berlumuran darah. Tersangka saat itu juga ditangkap polisi dan langsung diamankan ke Mapolres Pamekasan.


“Akibat perbuatannya tersangka terancam akan menjalani kurungan maksimal 15 tahun penjara, karena telah melanggar pasal 340 sub 338 sub 51 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan terencana yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain,” jelasnya.(reiza/nia)



Dendam Asmara, Nyawa Melayang

Kemenag Libatkan Ormas Lakukan Ru'yatul Hilal

PortalMadura.Com, Sumenep – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas), seperti NU, Muhammadiyah dan Persis dalam menentukan awal bulan puasa.


“Selain ormas, kami juga melibatkan BMKG, Pengadilan Agama dan Bagian Kesmas, Pemkab Sumenep, kata Kasi Penyelenggara Zawa, Kemenag Sumenep, Zaini, Kamis (26/6/2014).


Dia mengatakan, penentuan awal bulan puasa 1435 H itu, tim Kemenag dan sejumlah unsur melakukan ru’yatul hilal di dikecamatan Ambunten, tepatnya disebelah utara lapangan Ambunten Sumenep.


“Setiap tahun kami melakukan ru’yatul hilal di Ambunten. Tempat ini sangat strategis, karena agak masuk ke laut, jadi tidak terhalang pepohonan,” ungkapnya.


Zaini menuturkan, hasil dari ru’yatul hilal itu akan dilaporkan ke Kementerian Agama Provinsi Jatim. Sedangkan penentuannya, pihaknya mengaku tetap menunggu keputusan dari Kementerian Agama Pusat.


“Kami tidak bisa menentukan, tetap menunggu keputusan Kementerian Agama Pusat,” paparnya.


Sesuai prediksi, lanjutnya, hitungan hilal tahun ini dibawah setengah derajat, melihat kondisi cuaca tahun ini.


“Diperkirakan hilal dibawah setengah derajat,” pungkasnya.(arif/nia)



Kemenag Libatkan Ormas Lakukan Ru'yatul Hilal

Bangkalan Harus Bebas Korupsi

PortalMadura.Com, Bangkalan - Dalam rangka percepatan upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi serta membentuk clean governance, Pemkab Bangkalan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kepada seluruh satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dalam lingkup kerjanya, Kamis (26/6/2014).


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Diponegoro Sekretariat Daerah Kab. Bangkalan ini diikuti oleh seluruh SKPD, Kepala Kantor, Camat dan BUMD di lingkungan kerja Pemerintah Daerah Bangkalan.  Pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan sosialisasi ini berasal dari BPKAD Provinsi, BPKP, dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi dan Inspektorat Provinsi.


“Kami berharap dengan kegiatan ini, maka akan ada edukasi bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Bangkalan dalam manajemen administrasi dan pelaporan keuangan yang seringkali menjadi pintu masuk aspek korupsi,” jelas Ir. Mondir Rofi’i, Wakil Bupati Bangkalan.  Disamping itu, lanjutnya, kegiatan ini (sosialisasi  percepatan pemberantasan korupsi red.) merupakan upaya kami (Pemkab Bangkalan red.) untuk merealisasi salah satu visi pembangunan Bupati dan Wabup yang dicanangkan dalam 100 hari ketiga beberapa waktu lalu.  “Salah satunya adalah mewujudkan reformasi birokrasi dan clean governance,” urai Mondir, sapaan akrab Wabup Bangkalan ini usai membuka acara sosialisasi tersebut.


Sementara itu DR. Eddy Moeljono, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan menjelaskan bahwa dasar dilaksanakannya kegiatan ini sebenarnya ada tiga. “Tertib administrasi dari atas sampai ke bawah. Yang kedua, mempertahankan predikat Wajar tanpa Pengecualian (WTP) yang sudah diterima Kabupaten Bangkalan untuk ketiga kalinya. Dan yang terakhir adalah menjadikan Bangkalan sebagai daerah Kabupaten yang bebas korupsi,” pungkasnya.(dit/nia)



Bangkalan Harus Bebas Korupsi

Rabu, 25 Juni 2014

Tekan Harga Sembako, Pemerintah Gelar OP di Bulan Puasa

PortalMadura.Com, Sumenep – Untuk menekan harga sembako di bulan puasa Ramadlan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bersama Pemprov Jatim akan melakukan Operasi Pasar  (OP) Bantuan Transport.


“Operasi pasar akan dilakukan selama 30 hari dan akan dimulai sejak hari Senin (30/6/2014),” kata Saiful Bahri, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Kamis (26/6/2014).


Menurutnya, komuditi yang akan dijual diantaranya beras jenis primium seharga Rp7.500 per kg, gula kemasan Rp 8.500 per kg, tepung terigu Rp6.800 per kg dan minyak goreng Rp 9.700 per kg.


“Beras dan tepung terigu disediakan sebanyak 655 kg per hari, gula dan minyak goreng 355 kg per hari,” ungkapnya.


Ditegaskan, semua barang komuditas yang disediakan itu akan didroping dari Provinsi Jawa Timur. Sedangkan Pemkab Sumenep sebagai pelaksana OP.


“Tempatnya ada dua pasar, yakni Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal,” tukasnya. (arif/htn)



Tekan Harga Sembako, Pemerintah Gelar OP di Bulan Puasa

Wanita Madura Sukses dengan Empat Kunci

SILVIA CRISTINA mempunyai cara ampuh dalam menghadapi era globalisasi. Sebagai perempuan Madura yang lahir di Sumenep, 11 Maret 1989 mengaku sudah waktunya ikut berperan aktif dalam segala hal. Tentu saja, sesuai dengan kodrat kewanitaannya serta kemampuan diri.


“Kunci utama, perempuan Madura itu harus mempunyai keinginan untuk selalu berbenah diri,” kata Silvia, biasa disapa.


Menurut alumi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini, tanpa ada usaha untuk berbenah diri, maka perempuan Madura itu akan selalu tersingkirkan. Padahal, potensi dalam dirinya tidak kalah dengan wanita lain.


Setidaknya, ada empat hal yang perlu dipersiapkan oleh wanita Madura. Pertama, motivasi dan semangat yang ada pada diri sendiri untuk merubah hidup, perempuan tidak melulu harus di rumah untuk masak dan lain-lain.


Wanita juga bisa menjadi pemimpin di sebuah perusahaan. “Kalau ada semangat dan motivasi, akan banyak perempuan yang tidak hanya tangguh tapi dia pasti bisa mandiri,” ujar perempuan yang hoby hijab style.


Hal kedua, berkaitan dengan peningkatan potensi diri dalam menghadapi persaingan. Keingintahuannya yang tinggi akan berdampak pula pada tergalinya potensi diri. Jadi, tidak harus bergantung pada orang lain.


“Kalau sudah punya semangat dan motivasi dalam diri, kemudian diikuti oleh potensi yang ada, Insyaallah wanita Madura dapat bersaing dengan orang luar,” kata Silvia sambil tersenyum ramah.


Ketiga, wanita Madura juga harus berbenah dalam berkomunikasi, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, akan menjadi salah satu tolak ukur diri seseorang. Dengan cara berkomunikasi yang baik, akan banyak hal yang akan didapat dalam hidup ini.


Madura yang dikenal dengan masyarakatnya yang kuat agama, jangan pernah ditinggalkan. Karakter ke Madura-annya yang memang mempunyai budaya dan adat kesopanan yang selalu dijunjung ditengah kehidupan masyarakat, harus tetap menjadi bagian utama yang harus dipertahankan.


Oleh karenanya, pada poin keempat, wanita Madura harus mempunyai filter yang baik dalam menghadapi dampak negatif dari era globalisasi ini.


“Agama tetap nomor satu mas, budaya dan kultur yang kita miliki juga harus menjadi pembalut dalam hidup ini,” tegas Silvia yang beralamat di Jalan Pelabuhan Kertasada No.44, Kalianget, Sumenep.(htn)



Wanita Madura Sukses dengan Empat Kunci