Selasa, 02 September 2014

Gunakan Fasilitas Mobil & Rumdis, Ketua Sementara DPRD Sumenep Bakal "Diadili" Pada Rapat Paripurna

PortalMadura.Com, Sumenep – Status Ketua Sementara DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abrori Mannan “bakal diadili” pada sidang Paripurna.


Politisi PKB ini, sejak ditetapkan sebagai pimpinan sementara, sudah menggunakan fasilitas ketua seperti mobil dan rumah dinas.


Padahal, sesuai aturan, statusnya masih sama dengan anggota dewan yang lain. Hal tersebut diungkapkan, anggota dewan lain, Subaidi.


“Tapi kenapa ketua sementara itu kok sudah menggunakan fasilitas dewan, seperti mobil dinas dan rumah dinas meski sebatas singgah,” tegas politisi PPP ini, Selasa (02/09/2014).


Munculnya pertanyaan status ketua sementara itu merupakan buntut dari kekecewaan 33 anggota dewan dari berbagai parpol yang tidak menginginkan pelaksanaan orientasi dewan dilakukan sebelum pembentukan fraksi-fraksi.


“Kami tadi sepakat mempertanyakan status ketua dewan sementara atas penggunaan fasilitas dewan yang sebenarnya tidak boleh,” ungkapnya.


Pihaknya memberi waktu pada Sekwan untuk menjadwalkan rapat paripurna guna meminta klarifikasi terhadap ketua dewan sementara terkait pelaksanaan orientasi dan penggunaan fasilitas dewan lainnya.


“Kami date line, paling lambat hari Kamis (4/9/2014) paripurna itu bisa digelar. Jadi Sekwan harus menjadwalkannya,” pintanya.


Sebelumnya, 33 anggota dewan yang terdiri dari PAN 7 orang, PPP 7 orang, PDIP 6 orang, Partai Golkar 4 orang, Partai Gerindra 5 orang, Partai Hanura 2 orang dan PKS 2 orang.


Mereka meminta ketua dewan sementara agar memberikan klarifikasi atas pelaksanaan orientasi yang didahulukan dari pembentukan fraksi. Namun, yang bersangkutan justru mangkir.(arif/nia)



Gunakan Fasilitas Mobil & Rumdis, Ketua Sementara DPRD Sumenep Bakal "Diadili" Pada Rapat Paripurna

Ciut Nyali, Ketua Sementara DPRD Sumenep Mangkir

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua sementara DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abrori Mannan mangkir. Rencananya, 33 anggota dewan bakal meminta klarifikasi terhadap pelaksanaan orientasi dewan di Surabaya.


“Kami melalui Sekwan meminta ketua sementara memberikan klarifikasi kepada kami, tapi ternyata tidak hadir (ketua sementara, red),” kata Subaidi,  politisi PPP Sumenep, Selasa (02/09/2014).


Menurutnya, 33 anggota dewan itu hanya mendapatkan penjelasan dari Sekwan, Moh Mulki, tentang kegiatan orientasi dewan yang digelar sejak tanggal 31 Agustus hingga 3 September di Surabaya.


“Penjelasan dari Sekwan itu hanya tambahan referensi kami. Kami tetap menginginkan yang bersangkutan mengklarifikasi kepada kami,” tandasnya.


Sebelumnya, 33 anggota dewan yang terdiri dari PAN 7 orang, PPP 7 orang, PDIP 6 orang, Partai Golkar 4 orang, Partai Gerindra 5 orang, Partai Hanura 2 orang dan PKS 2 orang itu meminta ketua dewan sementara agar memberikan klarifikasi atas pelaksanaan orientasi yang didahulukan dari pembentukan fraksi.(arif/nia)



Ciut Nyali, Ketua Sementara DPRD Sumenep Mangkir

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Batuan Bakal Dibuka Lagi

PortalMadura.Com, Sumenep – Dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan SMA Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dapat dibuka lagi.


“SP3 itu bukan akhir dari sebuah proses hukum. Bisa dibuka lagi jika ada indikator atau bukti-bukti lain,” tegas Kajari Sumenep, Roch Adi Wibowo, Selasa (2/9/2014).


Dia mengakui jika surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan Batuan bukan berdasarkan hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).


“Tapi, saya tidak main-main,” kembali menegaskan.


SP3 lahir setelah ada tim dari Kantor Jasa Penilai Publik Surabaya, Emmanoel Joni. “Tim penilai itu sudah menjelaskan soal berapa harganya. Dalam kasus ini, saya sudah transparan dan telah disampaikan kepada media,” tandasnya.


Menurutnya, pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) belum mampu menyampaikan kerugian negara dalam kasus tersebut.


Sebelumnya, Tim penyidik Kejari Sumenep menduga telah terjadi penyimpangan dalam pengadaan lahan SMA Batuan, Sumenep tahun 2012, baik dalam proses maupun harga.


Informasi di lapangan, diduga terjadi ‘mark up’ harga dalam pengadaan lahan tersebut. Pembebasan lahan SMA Batuan dilaporkan menelan dana lebih dari Rp 1,7 miliar, dengan rincian harga tanah per meter Rp 175 ribu. Padahal NJOP (nilai jual objek pajak) di Batuan hanya Rp 50 ribu per meter.(htn)



Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Batuan Bakal Dibuka Lagi

Senin, 01 September 2014

Demo PMII, SP3 Kasus Dugaan Korupsi Batuan Dinilai Cacat Hukum

PortalMadura.Com, Sumenep – Aktifis PMII Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang menggelar aksi demonstrasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat menilai jika penghentian penyidikan atas kasus dugaan korupsi pengadaan lahan SMA Batuan, cacat hukum.


“Kejari menyampakain bahwa SP3 yang dikeluarkan berdasarkan audit BPKP. Padahal, saya datang ke BPKP Jatim, sampai saat ini tidak pernah mengeluarkan audit. Ini sudah jelas, jika pak Kajari main-main dalam mengeluarkan SP3,” tegas Ketua PC PMII Sumenep, Imam Syafi’ie, Selasa (2/9/2014).


Proses surat penghentian penyidikan perkara (SP3), sambungnya, harus melalui proses yakni expose pertama, expose terakhir, lalu audit. “Ini tidak dilakukan oleh penyidik kejaksaan. Maka, SP3 sudah jelas cacat hukum,” kembali menegaskan.


Pihaknya berjanji, jika dalam satu pekan tidak ada perkembangan dalam kasus pengadaan lahan SMA Batuan, maka akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Agung. “PMII juga akan menempuh hukum lain, yakni siap mempraperadilankan SP3 itu,” tandasnya.


Sementara, Kajari Sumenep Roch Adi Wibowo mengakui jika SP3 itu bukan atas dasar hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). “Semuanya sudah saya periksa. Soal pembebasan lahan sudah ada tim dari Kantor Jasa Penilai Publik,” terangnya.


Aksi PMII tersebut sempat berusaha masuk ke halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep. Pagar besi warna hitam pun didorong. Namun, pihak aparat keamanan berusaha meredam demonstran.


Mereka juga membawa sangkar ayam dan tikus sebagai lambang mahasiswa tidak percaya pada pihak Kejari. “Kejari hanya dijadikan tempat negosiasi untuk mengamankan koruptor. Sudah terjadi kongkalikong antara Kejari dan koruptor. Mafia hukum harus dibasmi,” tambah Zainollah.


Usai membakar sangkar ayam dan sejumlah poster yang bertuliskan kecaman, mereka membubarkan diri dengan tertib.(Arif/nia)



Demo PMII, SP3 Kasus Dugaan Korupsi Batuan Dinilai Cacat Hukum

PMPS Bakal Ngeluruk Bakesbangpol

PortalMadura.Com, Sampang – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Sampang (PMPS), Madura, Jawa Timur bakal ngeluruk Bakesbangpol dan KPU setempat, Selasa (2/9/2014).


Puluhanan mahasiswa dan pemuda tersebut, bakal menuntut Bakesbangpol agar lebih aktif dan serius menanggapi aduan masyarakat terkait tahapan-tahapan penyeleksian Komisioner KPU.


“Bakesbangpol harus transparant dalam memberikan informasi terkait prahara yang terjadi diinternal KPU,” ujar Zainuddin Kordinator aksi.


Massa rencananya juga menuntut agar Komisioner KPU Sampang Abdul Aziz Agus Priyanto segera dipecat dari jabatannya, karena telah terbukti terlibat dalam  aktifitas partai.


“Tolong KPU Jatim segera memecat Komisioner KPU Sampang Abdul Aziz,” tegasnya disela-sela persiapan demo.


Hingga berita ini ditulis para mahasiswa dan pemuda masih melakukan persiapan long march dari Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang.(lora/nia)



PMPS Bakal Ngeluruk Bakesbangpol

534 JCH Sumenep Siap Diberangkatkan

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebanyak 534 jamaah calon haji (JCH) asal kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur siap diberangkatkan. Semua kesiapan seperti paspor dan visa sudah lengkap.


“Persiapannya sudah final, jadi sebanyak 534 jamaah calon haji siap diberangkatkan,” kata Kasi Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Abd Azis, Selasa (02/09/2014).


Menurutnya, JCH asal ujung timur pulau Madura ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) yakni 62 dan 64.


“Sebenarnya satu kloter lebih 87 jamaah, jadi sisanya bergabung ke kloter di Surabaya dan Pamekasan,” paparnya.


Dia menegaskan, pemberangkatan jamaah calon haji itu dijadwalkan pada tanggal 26 September 2014 dari lapangan GOR A Yani Sumenep.


“Nanti akan dilepas langsung oleh pak bupati (A Busyro Karim, red)” tegasnya.(arif/nia)



534 JCH Sumenep Siap Diberangkatkan

Tercemar Sampah, Air Sungai Kota Bangkalan Dibawah Normal

PortalMadura.Com, Bangkalan – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur melakukan uji kualitas SDA air di sejumlah sungai. Hasilnya kualitas air sungai  di Kota Bangkalan, dibawah normal.


“Dari uji SDA air, sungai di Kota Bangkalan berada dibawah normal. Hal itu akibat kondisi air yang tercemar banyaknya sampah yang dibuang ke sungai,” kata Kabid SDA Amdal, Drs. Kusno Suhardi M.Si, Selasa (02/09/2014).


Akibatnya, sambung Kusno, sungai di Kota Bangkalan yang dulu terkenal jernih dan bersih, saat ini sudah tidak bisa digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Sebab kondisi air mulai keruh dan berbahu. “Kalau dulu, banyak warga sekitar yang memanfaatkan air sungai untuk mandi dan cuci pakaian, sekarang tidak bisa lagi,” ungkapnya.


Dalam uji SDA air sungai ini, kata Kusno, pihaknya bekerjasama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Surabaya. Merekalah yang melakukan uji laboratorium kandungan air sungai. “Selain uji air sungai, kami juga melakukan pengujian kondisi tanah dan udara,” ujarnya.


Berdasarkan hasil pengujian tersebut, lanjut Kusno, kondisi udara dan tanah masih dalam ambang batas normal. Dalam artian tidak berdampak negatif terhadap lingkungam masyarakat. “Jadi berbeda dengan sungai, kondisi tanah dan udara di Kota Bangkalan cukup baik,” ucapnya.


Untuk mengatasi hal itu, ke depan BLH akan bekerja sama dengan pemulung dan pengepul, untuk ikut membersihkan sampah di sungai. Tentunya mereka akan dilengkapi dengan peralatan untuk mengumpulkan sampah di sungai. “Untuk sementara, uji SDA air ini dilakukan di wilayah perkotaan. Kedepan akan merambah ke kecamatan dan desa,” urainya.


Kusno berharap, agar masyarakat Bangkalan, utamanya warga kota, tidak membuang sampah sembarangan serta ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sehingga kondisi air, udara dan tanah yang kita tempati tetap sehat.(dit/nia)



Tercemar Sampah, Air Sungai Kota Bangkalan Dibawah Normal